Usai Trump Bikin Gaduh, Mata Uang Asia Bergerak Bervariasi

18 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Usai kegaduhan yang dibuat oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pergerakan mata uang asia bergerak bervariasi.

Dilansir dari Investing, hingga perdagangan pagi hari ini Jumat (4/4/2025) pukul 10.00 WIB, pergerakan mata uang asia bergerak bervariasi.

Perang dagang yang meningkat di masa jabatan kedua Presiden AS Donald Trump merupakan tantangan bagi semua ekonomi Asia, baik besar maupun kecil, di era ketika kawasan terpadat di dunia diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi global.

Manufaktur ekspor dan perdagangan bebas membantu mengubah China dan negara-negara Asia lainnya menjadi pusat kekuatan ekonomi selama beberapa dekade terakhir.

Namun serangan tarif Trump, yang ditujukan untuk memaksa perusahaan agar tetap mempertahankan atau mendirikan pabrik mereka di AS, merusak perjanjian perdagangan yang sering kali dibuat dengan biaya politik yang besar bagi mitra dagang.

Gedung Putih mengatakan kriteria untuk menaikkan tarif tidak hanya mencakup defisit perdagangan AS tetapi juga berbagai pajak, nilai tukar, subsidi pemerintah, dan berbagai hambatan perdagangan non-tarif.

Trump juga telah memerintahkan pengenaan pajak terhadap China, Kanada, dan Meksiko, memperluas tarif untuk baja dan aluminium, serta mengenakan tarif pada negara-negara yang mengimpor minyak dari Venezuela.

Ia berencana untuk mengenakan lebih banyak pajak impor pada obat-obatan farmasi, kayu, tembaga, dan chip komputer.

Biaya yang lebih tinggi telah menyebabkan banyak produsen beralih dari China ke negara-negara ekonomi lain di Asia Selatan dan Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin.

Namun, untuk saat ini, ketidakpastian yang ada mengenai apa yang akan dilakukan Trump dengan apa yang disebutnya tarif "timbal balik" mungkin membuat sebagian besar orang menunggu dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Tidak ada naskah tentang bagaimana tarif timbal balik ditetapkan, dan ketidakpastian adalah satu-satunya hal yang konstan," ujar Stephen Innes dari SPI Asset Management.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |