Survei Terbaru Sikap Warga Israel soal Perang Iran, Kubu Mana Dominan?

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah ketidakpastian arah perang di Timur Tengah, opini publik di Israel menunjukkan sikap yang tidak sepenuhnya sejalan dengan langkah diplomasi terbaru terkait Iran.

Sebuah jajak pendapat nasional yang dilakukan oleh Hebrew University of Jerusalem, sebagaimana dilansir Reuters, Senin (13/4/2026), mengungkapkan bahwa hampir dua pertiga warga Israel menolak gencatan senjata dengan Iran. Meski demikian, masyarakat terbelah soal langkah selanjutnya, yakni apakah mempertahankan jeda konflik selama dua pekan atau kembali melanjutkan serangan militer.

Survei tersebut merupakan jajak pendapat nasional pertama yang dilakukan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati gencatan senjata pekan lalu. Kesepakatan itu dimediasi oleh Pakistan.

Namun, upaya lebih luas untuk mengakhiri perang gagal tercapai dalam perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad pada akhir pekan lalu.

Situasi di kawasan pun belum sepenuhnya mereda. Konflik paralel antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon masih terus berlangsung.

Militer Israel dilaporkan tetap melakukan pengeboman mematikan di Lebanon yang menewaskan banyak warga sipil. Di sisi lain, Hizbullah terus meluncurkan roket ke kota-kota di wilayah utara Israel.

Terkait konflik di Lebanon, lebih dari 61% responden dalam survei menilai bahwa gencatan senjata tidak seharusnya diperluas untuk mencakup pertempuran dengan Hizbullah. Sikap ini bertentangan dengan tuntutan utama Iran dalam negosiasi dengan AS.

Ketika ditanya mengenai langkah Israel terhadap Iran, hasil survei menunjukkan pandangan yang terpecah. Sebanyak 39% responden menyatakan Israel sebaiknya melanjutkan serangan, sementara 41% memilih untuk menghormati gencatan senjata. Sisanya, 19 persen, mengaku tidak yakin.

Survei ini dilakukan oleh peneliti dari Agam Labs di Hebrew University, dengan melibatkan 1.312 responden di Israel pada 9-10 April. Tingkat margin of error survei ini berada di angka 3,2 persen.

Di tengah belum jelasnya masa depan gencatan senjata dengan Iran, Israel tampak bersiap menghadapi konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah. Para pejabat Israel disebut telah menyimpulkan bahwa musuh-musuh mereka, baik di Iran, Lebanon, Gaza, maupun wilayah lainnya, tidak dapat dilenyapkan sepenuhnya.

Persepsi publik terhadap keberhasilan militer Israel di Iran kini menjadi faktor krusial dalam dinamika politik domestik. Hal ini terutama berdampak pada posisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang akan menghadapi pemilu paling lambat Oktober mendatang.

Menurut hasil survei yang sama, tingkat dukungan terhadap Netanyahu mengalami penurunan sejak dimulainya perang dengan Iran. Saat ini, hanya 34% warga Israel yang memilihnya sebagai perdana menteri, turun dari 40% pada awal perang.

Temuan ini mencerminkan tekanan politik yang makin besar bagi Netanyahu, di tengah situasi keamanan yang belum stabil dan opini publik yang terus berkembang.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |