Studi Ungkap Paparan Mikroplastik dari Ayah Picu Risiko Diabetes Anak

12 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Studi terbaru berbasis model tikus mengungkap dampak mikroplastik (microplastics/MP) yang tak hanya dirasakan individu yang terpapar, tetapi juga bisa memengaruhi kesehatan generasi berikutnya.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the Endocrine Society ini disebut menjadi yang pertama mengaitkan paparan mikroplastik dari pihak ayah dengan risiko gangguan metabolisme jangka panjang pada keturunan pertama (F1). Mikroplastik sendiri adalah partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter, yang berasal dari penguraian produk konsumsi dan limbah industri.

Untuk memunculkan gangguan metabolisme, para peneliti memberi keturunan F1 diet tinggi lemak guna meniru pola makan tidak sehat yang umum, sekaligus memperjelas dampak paparan ayah yang bisa saja tidak terlihat pada kondisi normal.

Hasilnya, keturunan betina dari tikus jantan yang terpapar mikroplastik lebih rentan mengalami gangguan metabolisme dibanding keturunan dari ayah yang tidak terpapar, meski semua keturunan mendapat diet tinggi lemak yang sama.

"Alasan pasti dari efek spesifik jenis kelamin ini masih belum jelas," kata Changcheng Zhou, profesor ilmu biomedis di Fakultas Kedokteran UC Riverside sekaligus penulis utama studi tersebut, dikutip dari Good Men Project, Minggu (25/1/2026).

Zhou menjelaskan keturunan betina menunjukkan gejala diabetes, sementara efek serupa tidak tampak pada keturunan jantan.

"Dalam penelitian kami, keturunan betina mengembangkan fenotipe diabetes. Kami mengamati peningkatan ekspresi gen proinflamasi dan prodiabetes di hati mereka, gen yang sebelumnya dikaitkan dengan diabetes. Perubahan ini tidak terlihat pada keturunan jantan," jelasnya.

Tim peneliti juga menemukan keturunan jantan tidak mengalami diabetes, tetapi menunjukkan penurunan massa lemak yang kecil namun signifikan. Sementara itu, keturunan betina mengalami penurunan massa otot bersamaan dengan peningkatan diabetes.

Untuk menelusuri mekanismenya, peneliti menggunakan teknologi PANDORA-seq dan menemukan paparan mikroplastik dapat mengubah "muatan" sperma, termasuk profil RNA kecil yang berperan mengatur ekspresi gen selama perkembangan.

"Sepengetahuan kami, penelitian kami adalah yang pertama menunjukkan bahwa paparan mikroplastik dari pihak ayah dapat memengaruhi profil RNA non-coding kecil pada sperma dan menyebabkan gangguan metabolisme pada keturunan," terang dia.

Zhou menilai temuan ini membuka perspektif baru dalam isu kesehatan lingkungan, karena paparan polusi plastik berpotensi meninggalkan jejak biologis pada generasi selanjutnya.

"Penemuan kami membuka cakrawala baru dalam kesehatan lingkungan, menggeser fokus ke arah bagaimana lingkungan kedua orang tua berkontribusi terhadap kesehatan anak-anak mereka," ujarnya.

Ia juga menilai hasil studi pada tikus ini kemungkinan relevan bagi manusia, khususnya pria yang sedang merencanakan memiliki anak.

"Temuan dari penelitian pada tikus ini kemungkinan memiliki implikasi bagi manusia. Pria yang berencana memiliki anak harus mempertimbangkan untuk mengurangi paparan terhadap zat berbahaya seperti mikroplastik untuk melindungi kesehatan mereka dan kesehatan anak-anak mereka di masa depan," kata Zhou.

Ke depan, tim peneliti akan melanjutkan riset untuk melihat apakah paparan lingkungan dari pihak ibu juga memicu risiko serupa.

"Studi kami di masa mendatang kemungkinan akan meneliti apakah paparan ibu terhadap lingkungan menghasilkan risiko serupa dan bagaimana perubahan metabolisme ini dapat dikurangi," pungkasnya.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |