Siaga AS-Iran Perang Lagi, Trump Ultimatum Operasi Militer

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ultimatum keras kepada Iran. Trump menegaskan Washington hanya memiliki dua pilihan, yakni mencapai kesepakatan dengan Teheran atau menyelesaikannya lewat operasi militer.

"Kita akan membuat kesepakatan atau kita akan menyelesaikan pekerjaan itu. Dan tidak akan sulit untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Saya lebih suka membuat kesepakatan, karena saya tidak ingin memengaruhi 91 juta orang," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval, Senin (6/7/2026), seperti dikutip Reuters.

Ia menegaskan opsi diplomasi masih menjadi pilihan utama, namun tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer jika negosiasi kembali menemui jalan buntu. Trump bahkan juga mengklaim AS mampu melumpuhkan infrastruktur penting Iran dalam waktu singkat.

"Kita bisa menghancurkan jembatan mereka dalam satu jam, kita bisa memutus pasokan energi mereka. Mereka tidak punya uang sekarang. Kita belum memberi mereka uang," ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah putaran terbaru pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran berakhir tanpa kemajuan berarti. Negosiasi yang digelar di tengah gencatan senjata selama 60 hari itu sebelumnya diharapkan membuka jalan bagi solusi diplomatik pasca konflik yang dipicu serangan AS dan Israel.

Di sisi lain, Iran langsung membalas ancaman tersebut. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Baqer Zolqadr menyebut pernyataan Trump sebagai "khayalan" dan menegaskan rakyat Iran tidak akan tunduk pada intimidasi dari Washington.

"Rakyat Iran tidak terbiasa dengan bahasa ancaman. Jadi, bicaralah kepada rakyat Iran dengan hormat. Jika tidak, kami akan membalas dengan bahasa lain," kata Zolqadr seperti dikutip media pemerintah Iran.

Ketegangan kedua negara juga masih terasa setelah prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dimulai pada akhir pekan lalu. Alih-alih menunjukkan tanda-tanda melemah akibat perang yang dipicu serangan AS dan Israel pada 28 Februari, publik Iran justru dinilai tampil solid, menantang, dan memperlihatkan tekad menghadapi tekanan dari luar.

Washington sebelumnya berharap gencatan senjata selama 60 hari dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali jalur diplomasi dan membujuk Iran menghentikan pengembangan program persenjataan nuklirnya.

Namun hingga kini, belum ada sinyal bahwa kedua pihak semakin dekat menuju kesepakatan, sehingga ancaman konfrontasi militer kembali membayangi hubungan AS dan Iran.

(tfa/tfa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |