Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak, dengan penekanan pada pentingnya penyampaian yang berbasis data dan fakta.
Menurutnya, saat ini ada fenomena yang terjadi yaitu "inflasi pengamat". Maksudnya, ada peningkatan jumlah pihak yang menyampaikan opini di ruang publik, tetapi tanpa didukung latar belakang keahlian maupun data yang akurat.
Teddy menambahkan bahwa sebagian opini yang berkembang di masyarakat tidak sepenuhnya berbasis fakta dan berpotensi menyesatkan publik. Meski demikian, Seskab menekankan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah tetap tinggi.
"Ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri. Dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta. Datanya keliru," ucap Seskab Teddy kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4) kemarin.
"Tapi faktanya apa? Faktanya lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo, tidak percaya mereka. Itu adalah bukti nyata kepercayaan publik. Bukan suatu asumsi," lanjutnya.
Lebih lanjut, Teddy menyampaikan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Pemerintah, menurutnya, tidak menutup ruang kritik, selama disampaikan secara konstruktif dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Jadi saya kira boleh kita berbeda pandangan, boleh berbeda pendapat. Silakan beri kritik, tapi jangan sampai kita memberi statement yang mengarah pada kecemasan, membuat orang cemas terhadap negeri ini. Semuanya stabil, semuanya terkendali," ujarnya.
Karena itu, seluruh pihak diharapkan menjaga optimisme dan membangun harapan positif terhadap masa depan bangsa.
Teddy Bantah RI akan Chaos
Sebelumnya, dalam kesempatan itu, Teddy menampik pendapat sejumlah kalangan yang menilai Indonesia akan chaos dalam waktu yang tak lama lagi. Teddy menegaskan bahwa kondisi nasional masih terkendali.
"Jadi beberapa waktu lalu sempat ada isu yang menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Indonesia akan chaos ya. Pertama, saya minta maaf mau luruskan, itu adalah narasi yang keliru. Tidak ada itu chaos-chaos. Yang ada adalah semuanya terkendali," kata Seskab Teddy
Teddy menyebut Indonesia berada dalam keadaan aman dan terkendali, meskipun di tengah dinamika global timur tengah. Hal ini tercermin dari bagaimana pemerintah yang tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Banyak sekali negara yang menaikkan harga BBM, kesulitan BBM, tapi justru Presiden Prabowo memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi sama sekali. Itu fakta. Anda bisa lihat sendiri di negara tetangga dan negara sekitar," tuturnya.
Teddy melanjutkan bahwa perekonomian nasional masih tetap positif. Ia menyebut daya beli masyarakat masih terjaga dan didukung oleh data dari para ekonom.
"Kemudian yang kedua, data perekonomian dari ekonom yang benar menunjukkan kita mengarah ke optimistik. Daya beli masyarakat terjaga," imbuh Teddy.
Dia juga menekankan stabilitas yang terlihat selama dua periode Lebaran terakhir di masa pemerintahan Presiden Prabowo. Menurutnya, ketersediaan bahan pokok terjaga, harga relatif stabil, serta distribusi energi dan arus mudik berjalan lancar.
"Dan faktanya, buktinya, di dua kali itu kita alami bersama, seluruhnya stabil. Harga bahan pokok, kebutuhan pokok tersedia, harga-harga stabil, BBM tersedia, dan arus mudik lancar ya. Itu adalah fakta data yang tersedia di lapangan. Semua terukur di sini. Jadi masyarakat jangan khawatir," katanya.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

9 hours ago
2

















































