September, Bulan Horor IHSG: 7 Kali Tumbang dalam 10 Tahun-Asing Kabur

4 hours ago 5

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

02 September 2026 08:20

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki September 2026 dengan kondisi yang cukup menantang. Selain menghadapi rekam jejak September yang kurang bersahabat, pasar saham Indonesia masih dibayangi tekanan jual investor asing di pasar reguler.

IHSG mengakhiri perdagangan Agustus 2026 di posisi 6.525,48, kemudian langsung terbang 1,14% ke posisi 6.564,51 pada perdagangan Selasa (1/9/2026). Penguatan pada awal bulan memberikan sinyal positif, tetapi belum cukup untuk memastikan bahwa indeks telah keluar dari risiko konsolidasi.

Data 10 tahun terakhir menunjukkan IHSG hanya menguat dalam tiga periode September dan melemah pada tujuh periode lainnya.

Rata-rata return September tercatat minus 0,88%, sedangkan median return berada di minus 0,55%. Pola tersebut memperlihatkan adanya kecenderungan pelemahan musiman atau yang sering disebut sebagai September effect.

September Jadi Bulan Rawan bagi IHSG

Kinerja IHSG selama September cenderung lebih lemah dibandingkan peluang kenaikannya. Meskipun pola historis tidak selalu berulang, frekuensi penurunan yang mencapai tujuh dari 10 tahun menunjukkan bahwa investor tetap perlu mengantisipasi volatilitas lebih tinggi.

Kinerja terbaik terjadi pada September 2025 ketika IHSG naik 2,94%. Penguatan juga tercatat pada 2021 sebesar 2,22% dan 2017 sebesar 0,63%. Sebaliknya, periode terburuk terjadi pada September 2020 ketika indeks merosot 7,03% di tengah ketidakpastian pandemi.

Di luar periode ekstrem 2020, tekanan pada September umumnya berlangsung dalam skala yang lebih terbatas. Median return yang berada di minus 0,55% menunjukkan bahwa pelemahan tipikal September tidak selalu besar, tetapi kecenderungan arahnya tetap negatif.

Dana Asing Juga Lebih Sering Keluar

Tekanan musiman tidak hanya terlihat dari pergerakan indeks. Aktivitas investor asing juga menunjukkan pola serupa. Dalam 10 periode September terakhir, asing mencatatkan net sell sebanyak tujuh kali dan hanya membukukan net buy pada tiga periode.

Rata-rata foreign flow September berada pada posisi net sell sekitar Rp1,37 triliun. Foreign outflow terbesar terjadi pada September 2020 dengan net sell Rp15,59 triliun. Penjualan besar juga berlangsung pada 2017 sebesar Rp11,20 triliun dan 2019 sebesar Rp7,23 triliun.

Sementara itu, foreign inflow terbesar terjadi pada September 2024 dengan net buy sekitar Rp25,02 triliun. Meski aliran dana asing sangat besar, IHSG pada periode tersebut tetap turun 1,86%.

Kondisi sebaliknya terjadi pada September 2025. IHSG mampu naik 2,94% ketika investor asing justru membukukan net sell Rp3,80 triliun. Dua periode tersebut memperlihatkan bahwa foreign flow bukan satu-satunya penentu arah pasar.

Kekuatan investor domestik, pergerakan rupiah, sentimen global dan distribusi transaksi asing pada saham tertentu juga memengaruhi IHSG. Net buy asing tidak otomatis mengangkat indeks jika pembeliannya terkonsentrasi atau berlangsung melalui pasar negosiasi.

Sinyal Asing Agustus Masih Bercampur

Menjelang September 2026, arah transaksi asing belum memberikan sinyal pemulihan yang merata. Berdasarkan data acuan, asing membukukan net sell Rp3,44 triliun di pasar reguler selama Agustus. Namun, apabila seluruh jenis pasar dihitung, asing justru mencatatkan net buy Rp1,19 triliun.

Perbedaan tersebut terjadi karena seluruh pasar mencakup perdagangan reguler, negosiasi dan tunai. Net sell di pasar reguler lebih relevan untuk membaca tekanan terhadap harga karena pasar ini menjadi tempat utama pembentukan harga saham.

Sementara itu, net buy pada seluruh pasar kemungkinan ditopang transaksi khusus di pasar negosiasi. Karena itu, angka tersebut belum dapat dianggap sebagai tanda bahwa asing telah kembali melakukan akumulasi secara luas.

Sinyal yang lebih positif baru terbentuk apabila foreign flow pasar reguler ikut berbalik menjadi net buy secara konsisten. Meski demikian, perubahan dari penjualan agresif menjadi net sell yang lebih tipis sudah dapat membantu memperbaiki sentimen.

Walaupun September memiliki catatan historis yang kurang baik, pola musiman tidak dapat digunakan sebagai kepastian bahwa IHSG akan kembali melemah. Dukungan investor domestik dan berkurangnya intensitas penjualan asing dapat membantu indeks bertahan.

Dalam bear case, IHSG diperkirakan menutup September pada level 6.300. Skenario ini dapat terjadi jika tekanan jual asing berlanjut, rupiah melemah dan sentimen global mendorong investor mengurangi kepemilikan aset berisiko. Penjualan yang terkonsentrasi pada saham perbankan dan saham berkapitalisasi besar dapat memberikan tekanan lebih dalam terhadap indeks.

Dalam base case, IHSG diproyeksikan mencapai 6.800. Skenario ini menjadi pandangan utama karena pasar tidak membutuhkan foreign inflow besar untuk bergerak naik. Penurunan intensitas net sell reguler, rupiah yang relatif stabil dan pembelian investor domestik sudah dapat menjadi katalis positif.

Dalam bull case, IHSG berpeluang mencapai 7.000. Target ini membutuhkan perubahan foreign flow pasar reguler menjadi net buy, penguatan rupiah dan meningkatnya minat investor terhadap aset negara berkembang. Pembelian asing juga perlu masuk secara merata ke saham utama dan tidak hanya terjadi melalui transaksi negosiasi.

Dengan mempertimbangkan sejarah September, posisi awal indeks dan kondisi foreign flow, level 6.800 menjadi skenario utama IHSG pada akhir September 2026.

Terutama karena katalis MSCI yang berpotensi memberikan pengumuman lanjutan mengenai potensi penghapusan pembekuan FIF dan NOS sehingga akan meningkatkan foreign inflow ke pasar modal Indonesia pada rebalancing selanjutnya di November 2026.

Indonesia juga terlihat akan tetap mempertahankan posisinya di Emerging Markets melihat reformasi transparansi bursa yang sudah dinilai cukup baik oleh beberapa pihak serta investor yang telah penulis wawancarai.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |