Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur CORE Indonesia Mohammad Faisal mengungkapkan dibutuhkan sinergi dan koordinasi yang lebih kuat untuk menghadapi dampak dari perang Amerika Serikat dengan Iran. Pembuat kebijakan menurutnya harus membangkitkan optimisme pelaku usaha.
"Pelaku usaha bukan cuma usahanya yang dibutuhkan, melainkan untuk mendukung kepercayaan, agar policy making dan dunia usaha bisa saling memperkuat," ujar Faisal dalam Central Banking Forum, dengan tema Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global, di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Jika pemerintah berhasil menjaga sektor riil tetap kuat dengan penciptaan lapangan pekerjaan yang terjaga. Ketahanan ekonomi Indonesia bakal tetap kuat di tengah kondisi geopolitik global. Dia pun melihat beberapa waktu terakhir, ada indikasi penjualan terus naik dalam 5 bulan terakhir 2025 dan di awal tahun ini.
"Di 2020 saat COVID, kuat riilnya. Tapi setelah COVID, pelemahan signifikan di sektor riil, ini yang harus kita balikkan," terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Chief Economist BCA David Sumual mengungkapkan selain sinergi kebijakan fiskal dan moneter, sinergi juga dibutuhkan untuk investasi dan perdagangan terutama di sektor riil.
"Bagaimana kita menarik investasi langsung itu adalah kunci, supaya kita tidak bergantung terus pada dana hot money," ungkapnya.
Kepercayaan dari pelaku usaha juga penting sebagai cerminan kondisi fundamental yang baik dan kebijakan yang rasional. Selain itu, pelaku usaha juga harus mengantisipasi krisis yang kemungkinan terjadi.
"Masing-masing kita harus antisipasi, saya pikir itu usulan yang bagus," ungkapnya.
(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2

















































