Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan temuan praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Makassar, Sulawesi Selatan. Praktik tersebut ditemukan di tengah situasi warga yang harus mengantre panjang untuk mengisi BBM selama beberapa hari terakhir ini.
Pemerintah menegaskan akan menindak tegas dan membasmi segala bentuk penyimpangan distribusi BBM tersebut.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengungkapkan bahwa salah satu modus penimbunan yang ditemukan di lapangan adalah pengisian BBM menggunakan kendaraan yang kapasitas tangkinya telah dimodifikasi. Pelaku memperbesar kapasitas tangki standar guna menampung volume BBM melebihi batas ketentuan.
"Sekarang juga, kemarin kan di Makassar ditemukan adanya penimbunan. Nah, itu kita akan gali lebih jauh penimbunan-penimbunan itu. Itu penyimpangan itu, harus dibasmi yang seperti itu," kata Laode ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Laode menjelaskan bahwa pihak pemerintah saat ini tengah menganalisis temuan penyimpangan serta pihak-pihak yang terlibat dalam aksi penimbunan tersebut. Modus memperbesar kapasitas tangki ini menjadi salah satu pemicu meningkatnya waktu tunggu dan kepadatan antrean di SPBU.
"Ya dia mengisi tapi tangkinya diperbesar, contohnya kayak gitu. Tangkinya ditambah yang harusnya kapasitasnya X ditambah X plus 50%, X plus 75%," ungkapnya.
Selain faktor penyimpangan, Laode menuturkan bahwa fenomena El Nino turut memberikan tantangan pada jalur pengiriman pasokan. Pendangkalan jalur sungai membuat pengiriman harus dialihkan menggunakan armada truk, yang membutuhkan waktu tempuh lebih lama.
"Nambah waktu aja. Dan kalau nambah waktu, semuanya keluar saat bersamaan, terjadilah antrean. Ini yang kita imbau ke masyarakat bahwa jangan khawatir barangnya ada gitu," tambahnya.
Meski begitu, Laode memastikan antrean panjang di SPBU Kota Makassar saat ini telah dapat terurai berkat koordinasi dan inovasi penanganan lintas instansi antara Kementerian ESDM, Pertamina, BPH Migas, serta Pemerintah Daerah setempat.
"Jadi kemarin puncak-puncaknya di Makassar, sudah kita lakukan koordinasi tiga pihak. Jadi Pertamina, Kementerian ESDM, BPH Migas, sama Pemda. Sudah ada inovasi-inovasi di sana dilakukan, sehingga kalau kita perhatikan di SPBU-SPBU yang panjang-panjang sekarang sudah terurai," tandasnya.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
4

















































