Jakarta, CNBC Indonesia - Roblox mengumumkan kebijakan baru yang mengharuskan pengguna usia anak dan remaja memiliki akun khusus. Akun khusus ini adalah respons dari gelombang pembatasan akses anak ke media sosial oleh pemerintah di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Dalam pengumumannya yang dikutip Reuters, Roblox menyatakan kategori akun diterapkan menggunakan sistem pengecekan usia pengguna atau lewat verifikasi orang tua. Anak berusia 5 hingga 8 tahun hanya bisa memiliki akun "Roblox Kids", sedangkan pengguna berusia 9 hingga 15 tahun hanya bisa memiliki akun "Roblox Select."
Akun khusus anak dan remaja ini mulai diterapkan pada awal Juni.
"Pada saat yang sama, kami akan memperkenalkan syarat baru tentang standar konten dan game yang muncul di akun Roblox Kids dan Roblox Select," kata Chief Safety Officer Roblox, Matt Kaufman.
Ia menjelaskan game yang muncul dalam akun Roblox Kids akan dibatasi berdasarkan tingkat kedewasaan dan harus melalui proses pemeriksaan tiga langkah yang ketat. Tiga langkah yang harus dilalui oleh developer game adalah verifikasi identitas, verifikasi dua langkah, dan berlangganan Roblox Plus.
Akun langganan Roblox Plus baru diumumkan oleh Roblox pada akhir pekan lalu dan mulai tersedia pada 30 April. Pengguna yang berlangganan harus membayar US$ 4,99 (Rp 86 ribu) per bulan.
Adapun, Fitur chat di Roblox Kids dimatikan dan tersedia secara bertahap untuk akun Roblox Select.
Langkah Roblox didorong oleh perubahan kebijakan pemerintah di seluruh dunia terhadap platform media sosial di internet. Roblox yang memiliki fitur interaktif adalah salah satu platform yang dituduh gagal melindungi anak dari eksploitasi dan predator seks.
Pemerintah-pemerintah di seluruh dunia kini mulai menerapkan aturan yang membatasi hingga melarang anak dan remaja mengakses media sosial.
Di Indonesia, Roblox adalah salah satu dari delapan platform yang wajib menerapkan pembatasan akses untuk anak dan remaja. Pembatasan akses bagi warga RI berusia 16 tahun atau lebih muda diatur dalam PP Tunas.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
1

















































