Ribuan Warga Harus Ngungsi-Jakarta Rugi Triliunan Efek Dihajar Banjir

2 hours ago 2

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia

24 January 2026 11:45

Jakarta, CNBC Indonesia - Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya dalam kurun waktu dua minggu terakhir membuat beberapa daerah di Jakarta mengalami banjir. Baru-baru ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat jumlah titik banjir di Jakarta terus bertambah.

"BPBD mencatat saat ini terdapat 45 RT dan 22 ruas jalan yang tergenang," kata Kapusdatin BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).

Yohan menjelaskan banjir disebabkan curah hujan tinggi. Banjir per pukul 15.00 WIB itu terjadi di Jakarta Barat, Utara, Selatan, dan Timur.

Pada 12 Januari lalu, wilayah utara Jakarta nyaris lumpuh karena banjir. Bahkan, banjir tersebut membuat beberapa transportasi umum seperti KRL Commuter Line dan Transjakarta terdampak hingga diberlakukan rekayasa perjalanan. Banjir yang terjadi 12 Januari lalu disebabkan karena hujan deras sejak subuh hingga pagi hari di wilayah Jakarta, Bogor, dan Depok.

Sepekan kemudian, banjir kembali menggenangi beberapa wilayah di Jakarta pada Kamis (22/1/2026). Bahkan, cakupan wilayahnya semakin luas. Pada banjir baru-baru ini, disebabkan karena Jabodetabek diguyur hujan deras hampir seharian pada Kamis lalu.

Bahkan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 27 Januari 2026. Permintaan dilakukan karena curah hujan mengalami peningkatan beberapa hari terakhir.

Alasan perpanjangan tersebut sebagai cara mengantisipasi dampak banjir di Jakarta akibat cuaca ekstrem.

"Saya sudah memerintahkan untuk perpanjangan modifikasi cuaca. Jadi operasi modifikasi cuaca ini yang seharusnya selesai tanggal 23 ini, akan kita perpanjang sampai dengan tanggal 27 Januari," ujar Pramono, Jumat (23/1/2026).

Modifikasi cuaca juga diminta dilakukan lebih dari biasanya. Secara khusus, Pramono mengatakan telah memerintahkan penyemaian awan dilakukan dua hingga tiga kali sampai tanggal 27 Januari mendatang.

"Tapi ini secara langsung seperti hari ini, harusnya modifikasinya hanya satu kali, saya langsung perintahkan dua-tiga kali. Kalau perlu sampai tiga kali. Jadi sampai dengan tanggal 27 modifikasi cuaca boleh dilakukan satu hari sampai dengan tiga kali," jelasnya.

Jakarta tak pernah benar-benar lepas dari bayang-bayang banjir. Meski berbagai proyek pengendalian banjir terus digenjot, hujan deras yang mengguyur Jakarta kerap membawa genangan, bahkan melumpuhkan aktivitas kota.

Hujan deras mengguyur Jakarta menyebabkan banjir menggenangi ruas jalan Panjaitan, tepatnya di lajur kiri dari arah Cawang menuju Kebon Nanas, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: Hujan deras mengguyur Jakarta menyebabkan banjir menggenangi ruas jalan Panjaitan, tepatnya di lajur kiri dari arah Cawang menuju Kebon Nanas, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Hujan deras mengguyur Jakarta menyebabkan banjir menggenangi ruas jalan Panjaitan, tepatnya di lajur kiri dari arah Cawang menuju Kebon Nanas, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Berikut kilas balik banjir yang pernah melanda Jakarta:

1. Banjir Era Penjajahan 1918

Banjir di Jakarta sejatinya sudah terjadi di era kolonial, meski saat itu banjir belum separah saat ini. Hujan selama 22 hari sejak Januari hingga Februari 1918 menyebabkan banjir di Weltevreden (sekarang sekitar Lapangan Banteng) dan wilayah lain, dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

2. Banjir Januari 1979

Pada 19-20 Januari 1979, 714.861 warga mengungsi akibat banjir. Sebanyak 20 orang dilaporkan hilang, dengan ketinggian air mencapai 2,5 meter di beberapa daerah.

3. Banjir Februari 1996

Pada 9-11 Februari 1996, banjir setinggi 7 meter menewaskan 20 orang dan memaksa 30.000 warga mengungsi. Sebanyak 529 rumah hanyut, dengan kerugian mencapai Rp6 triliun.

4. Banjir Besar Januari 2002

Sejak 27 Januari hingga 1 Februari 2002, banjir setinggi 5 meter merendam 42 kecamatan. Sebanyak 21 orang meninggal.

5. Banjir Tak Terduga Februari 2007

Hujan lebat sejak 1 Februari 2007 menenggelamkan 60% wilayah Jakarta. Dalam 10 hari, 80 orang meninggal, dengan kerugian sekitar Rp4,3 triliun. Di tahun ini lah menjadi banjir terparah di Jakarta.

6. Banjir Besar Jakarta Januari 2013

Banjir di Jakarta pada 2013 mungkin menjadi yang terparah kedua setelah 2007, di mana wilayah kawasan pusat ekonomi dan pemerintahan di Jakarta Pusat seperti Thamrin, Monas, Sudirman, Bundaran HI, dan bahkan Istana Negara pun lumpuh terendam banjir akibat jebolnya tanggul sungai Ciliwung dekat Dukuh Atas, Menteng, Jakarta Pusat.

Pada banjir 2013, total wilayah yang tergenang sebanyak 124 Kelurahan/508 RW. Pada puncak banjir yang terjadi pada 18 Januari 2013, jumlah total pengungsi mencapai 83.930 jiwa yang tersebar pada 307 lokasi pengungsian di 81 kelurahan/318 RW.

7. Banjir Bandang Februari 2015

Sejak 9 Februari 2015, 38 kecamatan terendam banjir, termasuk Kelapa Gading, Mangga Dua, dan Grogol. Sebanyak 231.566 warga terdampak, 41.202 mengungsi, dengan kerugian mencapai Rp1,5 triliun.

8. Banjir Ekstrem Februari 2018

Pada 5-15 Februari 2018, banjir merendam Jakarta Timur, Barat, Utara, dan Pusat. Sekitar 53 RW di 18 kelurahan terdampak, memaksa 11.824 warga mengungsi.

9. Banjir Besar Jakarta Awal Januari 2020

Pada pergantian tahun 2019 ke 2020, curah hujan ekstrem mencapai 377 mm, tertinggi dalam sejarah Jabodetabek. Akibatnya, 24 orang meninggal, lebih dari 31 ribu warga mengungsi, dan 724 wilayah mengalami pemadaman listrik.

10. Banjir Jakarta 2022

Tahun 2022, Jakarta kembali diterpa banjir akibat curah hujan tinggi dan sistem drainase yang belum sepenuhnya optimal. Pada 15 Oktober, wilayah Warung Buncit, Jakarta Selatan, menjadi salah satu titik genangan yang paling terdampak. Ketinggian air mencapai 50 cm, membuat akses kendaraan terganggu. Sementara itu, sejumlah permukiman di Jakarta Timur dan Jakarta Utara juga mengalami genangan yang cukup parah.

11. Banjir Jakarta 2023

Memasuki 2023, intensitas banjir di Jakarta relatif lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah terus mempercepat normalisasi sungai dan pembangunan waduk untuk menekan potensi genangan. Namun, ketika hujan ekstrem melanda pada akhir Februari, beberapa kawasan seperti Kampung Melayu, Pluit, dan Cengkareng tetap tergenang. BPBD mencatat sedikitnya 30 RW terdampak, meskipun banjir surut dalam waktu kurang dari 24 jam.

12. Banjir Jakarta 2024

Tahun 2024 masih membawa tantangan yang sama. Awal Januari, banjir melanda sejumlah wilayah Jakarta akibat hujan deras yang turun sejak malam pergantian tahun. Kali Mampang yang meluap menyebabkan beberapa titik di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur terendam hingga 60 cm. Warga di wilayah Cawang dan Pejaten terpaksa mengungsi, sementara lalu lintas di Jalan Gatot Subroto sempat lumpuh.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau Kali Cakung Lama adalah salah satu bottleneck dan penyebab utama banjir di Jakarta Utara. (Instagram/pramonoanungw)Foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau Kali Cakung Lama adalah salah satu bottleneck dan penyebab utama banjir di Jakarta Utara. (Instagram/pramonoanungw)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau Kali Cakung Lama adalah salah satu bottleneck dan penyebab utama banjir di Jakarta Utara. (Instagram/pramonoanungw)

(chd/chd)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |