Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengatakan ada saja pihak-pihak di dalam negeri yang tak patriotik sehingga membuat Indonesia harus selalu bergantung dengan barang-barang impor energi hingga pangan. Bahkan ada produk yang banyak terdapat di Indonesia, justru harus juga impor antara lain garam hingga produk perikanan.
Hal ini disampaikan oleh Prabowo dalam Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026)
Pada kesempatan itu, Prabowo mengatakan pendiri Pertamina, yaitu Ibnu Soetowo sempat menggagas konsep food estate yang sempat dikerjakan di Sumatera Selatan, tapi ada pihak-pihak yang selalu tidak patriotik dengan kepentingan negara.
"Saya tidak mengerti apa sudah dibeli oleh bangsa lain akhirnya berusaha menggagalkan kemampuan kita sendiri, prestasi kita sendiri. Kita dibuat tergantung impor beras, impor garam impor, Indonesia negara 2/3 laut, impor ikan luar biasa ya kan?" tanya Prabowo.
Data resmi memang Indonesia masih mengimpor garam, khususnya garam industri. Selain itu, Indonesia juga pernah mengimpor ikan, untuk berbagai kebutuhan termasuk untuk industri.
Misalnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia masih mengimpor ikan seperti dari Norwegia, China, hingga Rusia pada periode Januari-Agustus 2024 Indonesia mengimpor ikan dari berbagai negara senilai US$ 130,03 juta, turun 40,04% dari periode yang sama tahun lalu US$ 216,88 juta.
Volume impor seberat 56,8 ribu ton pada periode Januari-Agustus 2024, turun hingga 55,63% dibanding periode Januari-Agustus 2023 yang mencapai 128,02 juta ton.
(hoi/hoi)
[Gambas:Video CNBC]

4 hours ago
3

















































