Rezim Khomeini Tiba-Tiba Telepon Trump soal Demo Iran, Ada Apa?

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa kepemimpinan Iran telah menghubunginya untuk mengajukan negosiasi. Pernyataan mengejutkan ini muncul di tengah laporan mengerikan mengenai jatuhnya ratusan korban jiwa dalam unjuk rasa besar-besaran yang mengguncang Teheran.

"Para pemimpin Iran menelepon kemarin. Sebuah pertemuan sedang diatur... Mereka ingin bernegosiasi," ujar Trump kepada wartawan di atas Air Force One, Minggu waktu setempat, dikutip Senin (12/1/2026).

Namun, Trump menambahkan peringatan keras. Ia mengingatkan adanya konsekuensi militer terhadap Negeri Para Mullah itu.

"Kita mungkin harus bertindak (militer) sebelum pertemuan itu terjadi," tegasnya.

Meski pemerintah Iran melakukan pemadaman internet total, informasi mengenai kekejaman aparat mulai bocor ke dunia internasional. Pusat Hak Asasi Manusia di Iran (CHRI) yang berbasis di AS menyebut situasi saat ini sebagai "pembantaian yang sedang berlangsung".

LSM Iran Human Rights (IHR) mengonfirmasi setidaknya 192 demonstran tewas, namun angka tersebut diperkirakan jauh lebih tinggi. Lembaga AS lain menyebut total 500 orang meregang nyawa sementara laporan lainnya menyebutkan korban mencapai lebih dari 2.000 jiwa.

Video yang diverifikasi AFP menunjukkan tumpukan kantong mayat berwarna hitam di luar kamar mayat Kahrizak, selatan Teheran. Kantong-kantong jenazah itu dikelilingi keluarga yang menangis histeris.

Sementara itu, di pusat kota Teheran, kondisi dilaporkan nyaris lumpuh total. Harga daging melonjak dua kali lipat sejak protes dimulai dan toko-toko terpaksa tutup pada pukul 4 sore karena pengerahan pasukan keamanan besar-besaran.

Gubernur Teheran, Mohammad-Sadegh Motamedian, mengklaim situasi mulai tenang. Namun protes di distrik Pounak menunjukkan massa masih aktif meneriakkan slogan-slogan pro-monarki.

Sementara itu, putra mendiang Shah Iran yang kini menetap di AS, Reza Pahlavi, menyatakan kesiapannya untuk kembali ke Iran dan memimpin transisi demokrasi. Ia juga mendesak aparat keamanan dan pegawai negeri Iran untuk berhenti menjadi kaki tangan pemerintah

"Saya sudah merencanakan hal itu," ujarnya kepada Fox News. "Karyawan institusi negara dan anggota angkatan bersenjata punya pilihan: berdiri bersama rakyat atau menjadi sekutu para pembunuh," tegasnya.

(tps/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |