FOTO
CNBC Indonesia/Muhammad Sabki, CNBC Indonesia
28 November 2025 21:11
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan laporan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 bertema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” di Grha Bhasvara Icchana, kompleks kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam. Acara tahunan BI tersebut digelar di lokasi yang sama pada hari yang sama, menghadirkan rangkaian pembahasan mengenai strategi memperkuat ketahanan serta akselerasi ekonomi nasional. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan risiko ekonomi 2026 telah terkendali sejak akhir 2025 sehingga prospek pertumbuhan tahun depan positif. Ia menilai konsumsi masyarakat tetap kuat, tercermin dari Mandiri Spending Index yang naik menjadi 312,8 pada November. Investasi juga tumbuh dengan realisasi Rp1.434 triliun hingga September, sementara belanja negara mencapai Rp1.109 triliun untuk menjaga daya beli. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan lima area sinergi yang diperlukan untuk memperkuat transformasi struktur ekonomi nasional, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berdaya tahan yang berbasis pada ekonomi kerakyatan. (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)
Perry menekankan pentingnya stabilitas sebagai pilar utama dalam lima sinergi ekonomi, termasuk penguatan pembiayaan, pasar keuangan, percepatan ekonomi digital, serta kerja sama investasi dan perdagangan. Ia juga menyebut Sumitronomics, gagasan Prof. Sumitro Djojohadikusumo yang berfokus pada tiga pilar: pertumbuhan tinggi, pemerataan manfaat pembangunan, dan stabilitas nasional yang dinamis. (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto melontarkan pujian kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Menurut Prabowo, paparan Airlangga dan Perry menjanjikan dan menenangkan di tengah tantangan global yang penuh ketidakpastian, di mana terjadi perang dagang dan perang ekonomi. (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)
"Terjadi persaingan keras untuk hegemoni global, di mana di tengah tanda-tanda optimis bahwa konflik peperangan besar sudah bisa keliatan ada tanda-tanda dapat diselesaikan muncul juga kondisi-kondisi ketegangan di tempat lain," ujar Prabowo. "Jadi di tengah ini semua kondisi perekonomian kita yang tadi dipresentasikan oleh menko perekonomian dan gubernur BI saya kira cukup memberi suatu rasa optimisme bagi kita sekalian," lanjut Menteri Pertahanan periode 2019-2024 itu. (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)

12 hours ago
4

















































