Potret Hong Kong Berduka, 128 Korban Kebakaran Terbesar Sejak 1948

55 minutes ago 1
CNBC Indonesia News Foto News

FOTO Internasional

Reuters,  CNBC Indonesia

29 November 2025 14:30

Orang-orang memegang kertas doa saat berkumpul, setelah kebakaran mematikan di kompleks perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, Cina, 28 November 2025. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Para pelayat di Hong Kong menggelar doa bersama sambil menyalakan lilin pada Jumat malam (28/11/2025), mengenang ratusan korban kebakaran yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di distrik Tai Po. Tragedi tersebut menewaskan sedikitnya 128 orang, sementara sekitar 200 lainnya masih dinyatakan hilang. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Orang-orang memegang kertas doa saat berkumpul, setelah kebakaran mematikan di kompleks perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, Cina, 28 November 2025. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Kebakaran besar itu bermula pada Rabu sore dan dengan cepat melahap tujuh dari delapan blok hunian setinggi 32 lantai. Api yang menjalar cepat dan kepulan asap pekat membuat banyak penghuni terjebak di dalam gedung, memperburuk jumlah korban jiwa. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Orang-orang memegang kertas doa saat berkumpul, setelah kebakaran mematikan di kompleks perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, Cina, 28 November 2025. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Insiden ini menjadi kebakaran paling mematikan di Hong Kong sejak tahun 1948, ketika 176 orang tewas dalam kebakaran gudang. Tragedi ini juga memicu perbandingan dengan kebakaran Grenfell Tower di London tahun 2017 yang menewaskan 72 orang, terutama karena skala kehancuran dan tingginya jumlah korban. (REUTERS/Lam Yik)

Orang-orang memegang kertas doa saat berkumpul, setelah kebakaran mematikan di kompleks perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, Cina, 28 November 2025. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Hong Kong, yang dikenal sebagai salah satu kota terpadat di dunia, dipenuhi kompleks apartemen bertingkat tinggi yang kerap menampung ribuan penghuni. Kepadatan ini telah lama dikaitkan dengan risiko keselamatan, terutama ketika harga properti yang sangat tinggi memaksa warga tinggal dalam bangunan padat dengan infrastruktur yang sering kali tidak memadai. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Orang-orang memegang kertas doa saat berkumpul, setelah kebakaran mematikan di kompleks perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, Cina, 28 November 2025. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Para analis menilai bencana kali ini berpotensi memicu gelombang kemarahan publik terhadap pemerintah setempat. Meskipun otoritas Hong Kong telah meningkatkan kontrol politik dan keamanan nasional dalam beberapa tahun terakhir, tragedi ini diyakini dapat memperdalam ketidakpuasan masyarakat atas keselamatan hunian dan kebijakan perumahan di kota tersebut. (REUTERS/Maxim Shemetov)


Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |