Pesawat Terbaru Jatuh Hantam Tanah-Hancur Saat Uji Coba, Pilot Selamat

1 hour ago 4
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pesawat terbaru yang sedang menjalani uji coba tiba-tiba jatuh. Kecelakaan tersebut menewaskan satu orang yang ikut berada di dalam pesawat sebagai pengamat.

Peristiwa itu terjadi pada 17 September 1908, tepat hari ini 118 tahun lalu, di Fort Myer, Virginia, Amerika Serikat. Saat itu, Orville Wright, salah satu pencipta pesawat pertama dan bagian dari Wright bersaudara, sedang menguji pesawat buatannya dalam penerbangan bersama Letnan Satu Thomas E. Selfridge.

Mengutip situs History, pesawat tersebut memakai teknologi terbaru yang diperuntukkan untuk militer AS dan berbeda dengan teknologi sebelumnya. Saat terbang, semua berjalan normal. Pesawat telah beberapa kali berputar mengelilingi lapangan.

Namun, di tengah jalan, tiba-tiba salah satu bilah baling-baling pecah.

Pesawat yang berada di ketinggian sekitar 150 kaki atau 46 meter itu mulai mengalami masalah. Orville masih sempat mengendalikan pesawat untuk meluncur turun hingga ketinggian sekitar 75 kaki atau 23 meter. Namun, setelah itu pesawat terjun ke tanah.

Benturan membuat Orville mengalami luka parah. Sementara Selfridge mengalami cedera serius dan tidak sadarkan diri.

Beberapa jam kemudian, Selfridge meninggal dunia akibat luka yang dideritanya. Ia kemudian tercatat sebagai orang pertama yang meninggal akibat kecelakaan pesawat bermesin. Air Force Historical Foundation menyebut peristiwa tersebut sebagai kecelakaan pesawat pertama di dunia.

Dalam penyelidikan terungkap, kecelakaan bermula dari baling-baling. Ketika salah satu bilah pecah, kerusakan itu menimbulkan getaran dan membuat bagian baling-baling mengenai kabel pengendali.

Akibatnya, kendali terhadap bagian ekor pesawat terganggu. Orville pun kehilangan kemampuan untuk mengendalikan pesawat hingga akhirnya jatuh dan hancur menghantam tanah.

Bagi Wright bersaudara, kecelakaan tersebut menjadi pukulan berat. Orville sendiri harus menjalani perawatan panjang akibat cedera yang dialaminya. 

Meski begitu, tragedi tersebut tidak membuat proyek pesawat militer Wright bersaudara berhenti. Mereka kembali ke Fort Myer pada 1909 dengan pesawat baru untuk menyelesaikan rangkaian uji coba yang tertunda.

Setelahnya pun para insinyur terdorong untuk terus memperbaiki desain, sistem kendali, hingga aspek keselamatan pesawat. Sampai akhirnya, jerih payah mereka dirasakan manusia sekarang ketika pesawat sudah semakin aman dan modern. 

Kolase Orville Wright dan E.Selfridge. (Istimwa)Kolase Orville Wright dan Thomas E.Selfridge. (Istimwa) Foto: Kolase Orville Wright dan Thomas E.Selfridge. (Istimewa)

(mfa/mfa)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |