Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam rangka menjaga momentum pertumbuhan dan daya beli masyarakat, Pemerintah telah menyiapkan Paket Stimulus Ekonomi Semester II senilai Rp26,34 triliun. Paket ini telah diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu (5/8/2026)
Airlangga merinci paket tersebut mencakup bantuan pangan bagi 33,24 juta penerima manfaat, insentif transportasi pada periode libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru berupa diskon 30% tarif kereta api dan angkutan laut, pembebasan tarif jasa kepelabuhanan, dan PPN Ditanggung Pemerintah untuk tiket pesawat kelas ekonomi, serta program magang dan pelatihan vokasi bagi angkatan kerja muda.
Pada sektor pariwisata, kata Purbaya, kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 7,45 juta kunjungan atau tumbuh 5,71% (y-on-y), dengan Tingkat Penghunian Kamar hotel bintang meningkat menjadi 51,29%. Kualitas kunjungan juga membaik, tercermin dari rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara pada Semester I-2026 sebesar US$ 1.313 atau tumbuh 6,36%.
Menurut Airlangga, momentum ini diperkuat melalui program #DiscoverMoreIndonesia, di mana Garuda Indonesia memberikan satu tiket penerbangan domestik gratis ke 33 destinasi bagi wisatawan mancanegara pemegang tiket round-trip dengan target 178 ribu wisatawan, sekaligus mendukung penyelenggaraan event internasional seperti MotoGP Mandalika, Borobudur Marathon, dan konser musik internasional.
Di bidang ketahanan energi, Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM hingga akhir tahun 2026. APBN tetap berfungsi sebagai shock absorber dalam menahan lonjakan harga minyak, di mana rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) sepanjang Semester I-2026 mencapai USD90,46 per barel, jauh di atas asumsi APBN.
"Prinsip Pemerintah jelas, daya beli masyarakat tidak boleh tergerus. Karena itu harga BBM kita jaga, harga pangan kita stabilkan, dan stimulus kita salurkan tepat sasaran," ujar Menko Airlangga.
Dari sisi pembiayaan, kredit perbankan pada Juni 2026 tumbuh 12,67%, antara lain ditopang Kredit Investasi yang tumbuh 24,90%. Pemerintah menyiapkan total plafon Kredit Program sebesar Rp362,19 triliun, termasuk KUR sebesar Rp290,59 triliun. Realisasi penyaluran Kredit Program hingga Juli 2026 telah mencapai Rp198,9 triliun, dengan realisasi KUR sebesar Rp176,87 triliun atau 60,87% dari target.
"Pemerintah juga menyiapkan skema baru bagi perempuan prasejahtera melalui Transformasi Kredit Mekaar dengan alokasi Rp29,14 triliun, plafon pinjaman maksimal Rp15 juta, suku bunga 8% per tahun, dan tenor 6-24 bulan," ujarnya.
Menurut Airlangga, Pemerintah juga terus melanjutkan reformasi struktural dan memperkuat diplomasi ekonomi, termasuk proses aksesi OECD. Sejumlah Peraturan Presiden atas perjanjian dagang baru saja ditandatangani dan siap diundangkan, yakni Indonesia-Canada CEPA, Indonesia-Peru CEPA, Indonesia-EAEU FTA, serta ASEAN Trade in Goods Agreement. Sepanjang 2026, terdapat 15 perjanjian dagang yang telah dan siap untuk diratifikasi.
"Dengan capaian Semester I yang solid, Pemerintah optimis momentum pertumbuhan dapat terus dijaga hingga akhir tahun 2026 dan menjadi landasan menuju pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2027 dan seterusnya," ujar Airlangga.
Stimulus El Nino
Pemerintah Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan stimulus dalam menghadapi fenomena alam El Nino yang bisa menyebabkan kekeringan.
Seperti diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena El Nino di Indonesia kini telah memasuki kategori kuat dan berpotensi meningkat menjadi 'sangat kuat' pada Agustus - September 2026.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat media briefing di ruang media Kementerian Keuangan, Jakarta pada Rabu (5/8/2026).
"El Nino jumlahnya (stimulus) masih sedang didiskusikan, jadi angkanya belum keluar," ujarnya.
Purbaya menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memerintahkan untuk membuat program perlindungan dari dampak El Nino.
Menkeu saat ini sedang menunggu kementerian dan lembaga terkait untuk berdiskusi mengenai program stimulus El Nino tersebut,
"Pak Presiden sudah memerintahkan menyiapkan untuk program itu, nanti saya tunggu dari kementerian terkait," katanya.
Purbaya sendiri masih belum bisa memastikan kapan stimulus tersebut keluar, namun katanya segera saat diskusi sudah diselesaikan. "Setelah diskusi selesai, langsung dijalankan. Kami sedang menunggu kementerian terkait mengundang kami untuk masalah kebijakan stimulus itu," imbuhnya.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
5

















































