Pantau Kelakuan Anak yang Bawa HP ke Sekolah, Fakta Baru Muncul

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Riset terbaru mengungkap bahwa remaja menghabiskan rata-rata 70 menit menggunakan smartphone selama jam sekolah. Mayoritas waktu tersebut digunakan untuk scrolling media sosial dan hiburan, bukan untuk belajar.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap 640 remaja usia 13-18 tahun, siswa menghabiskan sekitar 30 menit per hari di platform seperti TikTok, Snapchat, dan Instagram. Mereka juga tercatat bermain gim seperti Roblox dan Pokemon GO serta menonton video di Netflix dan YouTube.

Sebaliknya, penggunaan smartphone untuk tujuan pendidikan dan produktivitas tercatat hanya sekitar satu setengah menit per hari, termasuk penggunaan Google Docs, Khan Academy, dan Chegg.

"Ponsel dapat mendukung pembelajaran, tetapi bukan itu penggunaan utamanya selama hari sekolah," ujar Jason Nagata, penulis utama studi yang dipublikasikan di jurnal medis JAMA, dikutip CNBC Indonesia dari Mashable, Kamis (15/1/2026).

Untuk memastikan akurasi data, penelitian tidak dilakukan melalui survei, tetapi melalui aplikasi khusus yang dipasang pada perangkat Android peserta untuk memantau penggunaan secara pasif.

Nagata menilai penggunaan smartphone yang mencapai lebih dari satu jam selama jam sekolah berpotensi mengganggu fokus belajar. Selain itu, penggunaan ponsel pada jam istirahat juga dinilai dapat mengurangi sosialisasi tatap muka, aktivitas fisik, dan waktu istirahat mental.

"Penggunaan ponsel berat dapat mengurangi peluang koneksi di dunia nyata," katanya.

Penelitian juga menemukan ketimpangan dalam penggunaan smartphone. Siswa dari keluarga berpenghasilan rendah umumnya menggunakan ponsel lebih banyak dibanding kelompok berpenghasilan tinggi.

Peneliti tidak mengkaji penyebab ketimpangan ini, tetapi mengindikasikan faktor lingkungan sekolah dapat berpengaruh, seperti ukuran kelas dan ketersediaan sumber daya.

Di sisi lain, kekhawatiran terkait gangguan ponsel di sekolah sebelumnya telah mengemuka, termasuk risiko perundungan, gangguan konsentrasi, hingga menambah beban guru.

Meski demikian, peneliti mengakui hasil riset tersebut mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan situasi terkini karena pengumpulan data dilakukan pada 2022-2024, sebelum sejumlah kebijakan sekolah bebas ponsel diberlakukan di berbagai wilayah.

Jean Twenge, psikolog yang melalukan penelitian screen time dan tidak terlibat dalam studi, menyebut temuan tersebut sebagai bukti kuat bahwa penggunaan ponsel di sekolah lebih banyak untuk hiburan, bukan pendidikan.

"Sebagian orang berargumen bahwa siswa menggunakan ponsel selama hari sekolah terutama untuk tujuan pendidikan," kata Twenge.

"Studi ini memberikan bukti kuat bahwa hal tersebut tidak terjadi. Para remaja justru menggunakan ponsel mereka untuk hiburan dan media sosial." imbuhnya.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |