Jakarta, CNBC Indonesia - Gempa susulan terus bermunculan di Nusa Tenggara Barat (NTT) terus bermunculan dengan intensitas bervariasi. Terbaru, gempa susulan dengan magnitudo (M) di atas 5 terjadi pagi ini.
Berdasarkan informasi yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Minggu (16/8/2026), telah terjadi gempa dengan magnitudo 5,2 pada pukul 06:12;54 WIB.
Pusat gempa berada di 84 km timur laut Ruteng, Manggarai, NTT dengan kedalaman 10 km. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Sebelumnya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan hingga Sabtu pukul 14.00 WIB telah tercatat 235 kali gempa susulan dengan magnitudo berkisar 2,5 hingga 6,2. Sebagian besar aktivitas gempa tersebut terkonsentrasi di wilayah utara Pulau Flores.
BMKG juga memantau perkembangan frekuensi gempa susulan dari waktu ke waktu. Berdasarkan grafik yang diamati, jumlah gempa susulan belum memasuki fase peluruhan.
"Dari jam ke jam kita amati, hingga saat ini belum mengalami peluruhan," kata Faisal.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut masih tergolong normal pada rangkaian gempa besar. Berdasarkan pengalaman kejadian gempa sebelumnya, termasuk gempa di Maluku Utara, proses peluruhan gempa susulan umumnya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu.
"Umumnya peluruhan akan terjadi 2-3 minggu seperti gempa di Maluku Utara yang baru-baru ini terjadi," jelasnya.
Karena itu, BMKG meminta masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi dalam beberapa pekan ke depan.
"Diperlukan waktu hingga gempa-gempa susulan ini akan luruh setelah 2 atau 3 minggu," ujarnya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan berdasarkan data sementara hingga Sabtu pukul 18.48 WIB, total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang.
"Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Manggarai Barat 1 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang. Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

8 hours ago
7

















































