Mimpi Donald Trump Punya Kubah Emas Mulai Menjadi Kenyataan

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berambisi membangun "Kubah Emas" atau Golden Dome. Proyek kontroversial tersebut berfungsi untuk melindungi wilayah AS, serupa dengan sistem pertahanan Iron Dome milik Israel.

Proyek Kubah Emas Trump kini sudah memasuki tahapan pembangunan prototipe yang dilakukan oleh dua perusahaan teknologi pertahanan yaitu Impulse Space dan Anduril.

Startup satelit Impulse Space dan perusahaan teknologi militer Anduril ditunjuk oleh Pentagon untuk mengembangkan teknologi pelacakan serta penargetan rudal dari orbit.

Sistem ini akan menjadi tulang punggung Golden Dome, yaitu sistem pertahanan jaringan satelit yang dirancang untuk mendeteksi dan menghancurkan rudal sebelum mencapai wilayah Amerika Serikat.

Golden Dome merupakan proyek besar pemerintahan Trump yang diumumkan pada awal 2025. Melalui perintah eksekutif, Trump mendorong pembangunan "perisai" luar angkasa yang mampu menghadang rudal dan drone sejak fase awal peluncuran.

Namun hingga kini, jadwal pasti proyek tersebut masih minim informasi. Sejumlah laporan menyebut proyek ini bisa memakan waktu yang lama.

Congressional Budget Office memperkirakan proyek ini membutuhkan waktu 20 tahun. Namun, ada laporan yang menyebut uji coba besar pertama ditargetkan sebelum pemilu presiden AS 2028.

Penunjukan dua kontraktor teknologi menjadi sinyal bahwa proyek Kubah Emas betul-betul bergulir.

Teknologi yang dikembangkan AS berpusat pada sistem pencegat di luar angkasa. Sistem dirancang untuk mencari, mengunci target, lalu menghancurkan rudal musuh dari luar atmosfer.

Masalahnya, teknologi tersebut belum pernah direalisasikan dan dianggap tidak praktis oleh sebagian pakar.

Impulse Space, yang dipimpin mantan insinyur SpaceX, Tom Mueller, akan bertindak sebagai subkontraktor Anduril. Kolaborasi ini dinilai penting karena menggabungkan kemampuan peluncuran dan sistem pertahanan berbasis AI.

Selain dua perusahaan itu, kontraktor besar seperti Northrop Grumman, Lockheed Martin, hingga startup True Anomaly juga dilaporkan ikut mengembangkan prototipe serupa. Mereka akan bersaing untuk mendapatkan kontrak produksi final Golden Dome.

Di satu sisi, proyek ini menuai kritik keras. Sejumlah analis menyebut sistem pertahanan ruang angkasa seperti ini sudah dicoba sejak era Ronald Reagan dan tidak pernah terealisasi. Biayanya pun diperkirakan sangat besar, bahkan bisa mencapai US$3,6 triliun hingga 2045.

Think tank Brookings Institution memperingatkan Golden Dome berpotensi memicu persaingan senjata baru. Jika AS mengerahkan pencegat di luar angkasa, China dan Rusia dinilai bisa mengikuti langkah serupa.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |