Jakarta, CNBC Indonesia - Rekaman tes mikrofon yang bocor membuat dunia tegang. Presiden ke-40 Amerika Serikat (AS), Ronald Reagan, tanpa sengaja bercanda soal pengeboman Rusia dalam lima menit, dan ucapan itu tak sengaja bocor dan segera menyebar ke media hingga memicu reaksi keras dari Uni Soviet.
Peristiwa itu terjadi pada 11 Agustus 1984. Saat itu Reagan tengah bersiap menyampaikan pidato radio mingguannya dari Gedung Putih. Sebelum siaran dimulai, tim teknis melakukan pengecekan suara untuk memastikan mikrofon berfungsi dengan baik.
Dalam suasana santai, Reagan kemudian melontarkan lelucon yang dia kira hanya didengar oleh orang-orang di ruangan tersebut.
"Sahabat-sahabatku warga Amerika, saya senang memberi tahu Anda bahwa hari ini saya telah menandatangani undang-undang yang melarang Rusia untuk selamanya. Kita akan mulai membom dalam lima menit," ungkapnya dikutip dari The Guardian kala itu, dikutip Senin (15/6/2026).
Ucapan itu sebenarnya hanya bagian dari tes mikrofon dan tidak dimaksudkan untuk disiarkan kepada publik. Namun, rekaman tersebut ikut tertangkap oleh jaringan radio yang sedang menyiapkan distribusi pidato presiden ke berbagai stasiun di seluruh AS.
Tak lama kemudian, isi candaan itu bocor dan menyebar ke kalangan media. Dari sana, kabar tersebut dengan cepat menjadi pemberitaan nasional.
Mengutip History, masalahnya candaan itu muncul pada masa hubungan AS dan Rusia yang saat itu bagian dari Uni Soviet sedang sangat tegang di tengah era Perang Dingin. Reagan sendiri dikenal sebagai sosok yang keras terhadap Negara Komunis itu. Dia bahkan pernah menyebutnya sebagai "evil empire" atau kekaisaran jahat.
Atas dasar itu, banyak pihak tidak menganggap ucapan tersebut sebagai lelucon biasa. Sejumlah pengamat menilai candaan itu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serius di tengah situasi geopolitik yang sensitif.
Kabar tersebut akhirnya sampai ke telinga pemerintah Soviet. Reaksi resmi memang relatif singkat. Wakil Menteri Luar Negeri Soviet saat itu, Valentin Kamenev, hanya mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki komentar.
Meski demikian, pemerintah Soviet dikabarkan merasa kesal dan semakin curiga terhadap niat Washington yang saat itu sedang berupaya memperbaiki hubungan kedua negara.
Untuk meredakan ketegangan, pejabat AS segera memberikan penjelasan kepada pihak Soviet. Mereka menegaskan bahwa komentar Reagan hanyalah candaan spontan dan sama sekali tidak mencerminkan kebijakan resmi Gedung Putih ataupun rencana agresi militer terhadap Uni Soviet.
Seiring berjalannya waktu, kontroversi itu perlahan mereda. Namun, insiden tersebut tetap dikenang sebagai salah satu contoh paling terkenal dalam sejarah tentang bagaimana sebuah candaan yang salah tempa.
(mfa/sef)
Addsource on Google

8 hours ago
4

















































