Mengejutkan! Peternak Ayam Lagi Kipas-Kipas Duit karena Program MBG

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga daging ayam ras di tingkat peternak saat ini berada di level yang menguntungkan. Kondisi tersebut tak lepas dari meningkatnya permintaan, salah satunya akibat penyerapan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus adanya momentum menjelang Ramadan dan libur Imlek.

Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Sugeng Wahyudi, mengatakan harga ayam hidup (livebird) di kandang kini sudah berada di atas biaya pokok produksi peternak yang berada di kisaran Rp21.000-Rp23.000 per kilogram (kg).

"Betul harga ayam di kandang saat ini di atas biaya pokok produksi peternak. Artinya peternak dalam kondisi untung," kata Sugeng kepada CNBC Indonesia, Sabtu (14/2/2026).

Ia menjelaskan, harga daging ayam ras saat ini sudah sesuai dengan ketentuan Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 6 Tahun 2024. Dalam aturan tersebut, batas bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) daging ayam ras di tingkat produsen ditetapkan Rp23.000 per kg dan batas atas HAP di Rp25.000 per kg.

"Harga saat ini sesuai dengan Perbadan nomor 6 tahun 2024, batas bawah HAP pembelian daging ayam ras di tingkat produsen Rp23.000 per kg, dan Rp25.000 per kg batas atas," ujarnya.

Sugeng menuturkan, harga ayam hidup di kandang saat ini berada di kisaran Rp25.000 per kg, atau berada di batas HAP yang ditetapkan pemerintah. Adapun untuk ayam berukuran besar, kata dia, biasanya berbobot sekitar 2 kg per ekor atau lebih.

"Saat ini harga ayam di tingkat kandang (produsen) di harga Rp25.000 per kg. Untuk ayam ukuran besar beratnya sekitar 2 kg ke atas per ekornya," terang dia.

Dengan kondisi tersebut, Sugeng menegaskan, peternak tengah merasa diuntungkan.

"Peternak senang dengan harga yang diterima saat ini," ucapnya.

Ia menambahkan, program MBG memberikan dampak nyata terhadap permintaan karkas ayam. Hal ini tercermin dari pergerakan harga di tingkat kandang peternak.

"MBG berdampak terhadap permintaan atau demand karkas ayam. Setidaknya jika dilihat dampaknya terhadap harga ayam di kandang-kandang peternak, di samping pengaruh, menjelang datangnya bulan Ramadan dan libur Imlek," ujar Sugeng.

Peternak memanen telur di salah satu peternakan ayam petelur di Gunung Sindur, Jawa Barat, Rabu (24//5). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Foto: Peternak memanen telur di salah satu peternakan ayam petelur di Gunung Sindur, Jawa Barat, Rabu (24//5). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Peternak memanen telur di salah satu peternakan ayam petelur di Gunung Sindur, Jawa Barat, Rabu (24//5). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Sementara itu, terkait dengan rencana pemerintah membangun pabrik dan peternakan ayam untuk memasok kebutuhan MBG, Sugeng menyebut peternak menyambut baik kehadiran BUMN di industri unggas, terutama pada sektor hulu.

"Hadirnya BUMN sebagai pelaku di industri unggas, pabrik pakan, Breeding/DOC (bibit anak ayam yang berumur satu hari). Kita apresiasi sekaligus berharap agar ada peningkatan perbaikan tata kelola industri unggas yang pada gilirannya dapat memperbaiki tingkat kesejahteraan peternak ayam broiler," katanya.

Sugeng menilai, keterlibatan BUMN dapat membantu menciptakan keseimbangan penguasaan input produksi, mulai dari pakan hingga DOC (day old chick), sehingga pasokan lebih berkelanjutan dan harga lebih wajar.

"Hadirnya BUMN di industri unggas, sekaligus berdampak pada perimbangan penguasaan input produksi seperti pabrik pakan dan DOC yang pada gilirannya juga dapat menciptakan kontinuitas suplai, kewajaran harga sarana produksi dan harga jual ayam hidup yang wajar dan mendapatkan insentif dari usaha budidaya ayam broiler," terang dia.

Meski demikian, Sugeng menegaskan, peternak menolak jika BUMN ikut terjun langsung dalam budidaya ayam broiler karena berpotensi menjadi pesaing baru bagi peternak rakyat.

"Peternak menyambut baik hadirnya BUMN di industri unggas, dalam rangka penguatan posisi peternak untuk berbudidaya ayam broiler. Justru kita menolak jika BUMN ikut berbudidaya ayam broiler. Karena akan menjadi pesaing baru bagi peternak mandiri rakyat, yang selama ini sudah harus bersaing dengan pelaku-pelaku Industri," tegasnya.

Menurutnya, peran yang lebih tepat bagi BUMN adalah membangun rumah potong ayam (RPA) agar produksi peternak dapat terserap dengan baik, dan keseimbangan pasokan, serta permintaan tetap terjaga.

"Apa yang harus kita berikan masukan ke pemerintah adalah hadirnya Rumah Potong Ayam yang dimiliki oleh BUMN, karena penting agar produksi peternak nantinya bisa terserap oleh BUMN. Sehingga keseimbangan suplai dan demand akan terjaga," ujar Sugeng.

Di sisi lain, ia juga mencatat masih adanya persoalan ketersediaan DOC yang belum merata di lapangan.

"Sedikit catatan. Saat itu sampai dengan saat ini, ketersediaan DOC tidak merata. Artinya ada peternak-peternak yang kandangnya belum terisi karena harus menunggu giliran untuk mendapatkan DOC," katanya.

Sementara itu, berdasarkan Panel Harga Badan Pangan Nasional, secara nasional harga daging ayam ras di tingkat konsumen berada di level Rp40.230 per kilogram. Angka ini tercatat turun Rp352 atau -0,87% dibandingkan hari sebelumnya. Data tersebut diakses pada Jumat (13/2/2026) pukul 11.47 WIB.

(wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |