Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
28 June 2026 12:00
Jakarta, CNBC Indonesia - Dari 100 klaster inovasi teratas dunia yang baru saja dirilis, tidak ada satu pun kota atau wilayah dari Indonesia yang berhasil masuk ke dalam daftar tersebut.
Fakta ini menunjukkan bahwa ekosistem inovasi Tanah Air masih perlu dikembangkan secara signifikan agar mampu bersaing di tingkat global.
Sementara itu, Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) merilis data Global Innovation Index 2025 yang memetakan klaster inovasi terkemuka di dunia.
Pemeringkatan ini diukur berdasarkan publikasi ilmiah, pengajuan paten internasional, serta aktivitas pendanaan modal ventura. Klaster inovasi tidak selalu berpusat pada satu kota, melainkan mencakup wilayah geografis yang lebih luas tempat para peneliti, perusahaan rintisan, dan investor berinteraksi secara intensif.
Konsentrasi inovasi global saat ini semakin terpusat pada wilayah tertentu. Sepuluh klaster inovasi teratas dunia tercatat menghasilkan hampir 40% dari total pengajuan paten global.
Sementara itu, 100 klaster teratas yang berasal dari 33 negara menyumbang sekitar 70% dari seluruh aplikasi paten dan aktivitas modal ventura di seluruh dunia.
Pergeseran Pusat Inovasi Global
Dinamika inovasi global menunjukkan bahwa China kini memimpin dengan menempatkan 24 klaster dalam daftar 100 teratas, mengungguli Amerika Serikat yang memiliki 22 klaster.
Posisi pertama tingkat global diduduki oleh kawasan Shenzhen-Hong Kong-Guangzhou, disusul oleh Tokyo-Yokohama di posisi kedua, dan koridor San Jose-San Francisco atau Silicon Valley di posisi ketiga.
WIPO menggunakan metodologi dari bawah ke atas untuk mengidentifikasi wilayah dengan konsentrasi tinggi bagi penemu dan penulis ilmiah, tanpa bergantung pada batas administratif politik. Oleh karena itu, sebuah klaster dapat mewakili seluruh ekosistem inovasi yang melintasi beberapa wilayah metropolitan atau bahkan batas negara.
Ekosistem Pendukung Teknologi
Kemunculan klaster inovasi sangat dipengaruhi oleh ekosistem yang saling mendukung. Universitas riset terkemuka menarik ilmuwan, perusahaan rintisan menarik investor, dan perusahaan teknologi besar menciptakan peluang komersialisasi.
Konsentrasi ini menjadi pilar utama kekuatan geopolitik dan persaingan ekonomi global. Walaupun China memimpin secara jumlah, Amerika Serikat tetap mendominasi aspek komersialisasi dan modal ventura pada sektor seperti kecerdasan buatan.
Berikut adalah daftar 100 klaster inovasi teratas di dunia berdasarkan peringkat WIPO 2025.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls)
Addsource on Google

8 hours ago
6

















































