LPEM UI Ungkap Belasan Juta Lulusan SD-SMA Digaji di Bawah Standar

5 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Masyarakat lulusan Sekolah Menengah dan Dasar menjadi kelompok yang paling banyak digaji di bawah upah. Tak hanya itu, masih ada jutaan orang lulusan perguruan tinggi pun diupah di bawah standar.

Dalam Labor Market Brief LPEM FEB UI terungkap bahwa berdasarkan distribusi pekerja dengan upah di bawah UMK sebesar 38,9 juta orang.

Terdiri dari pekerja dengan pendidikan SD dan sederajat serta SMA yang diupah di bawah standar masing-masing mencapai lebih dari delapan juta orang. Diikuti oleh lulusan SMP dan SMK dengan jumlah yang juga signifikan.

"Pola ini menegaskan bahwa masalah upah di bawah UMK terutama terkonsentrasi pada kelompok pekerja dengan pendidikan menengah ke bawah, yang umumnya bekerja di sektor dengan produktivitas rendah dan posisi tawar yang lemah," tulis LPEM FEB UI dalam laporannya dikutip Jumat (2/1/2026).

Bila dirinci, dari jumlah 38,9 juta orang yang digaji di bawah standar upah, sebanyak 22,03% dari lulusan SMA, 21,67% dari lulusan SD dan sederajat, dan lulusan SMP sebanyak 17,33%.

Sementara lulusan SMK yang selama ini sering dikaitkan dengan tingkat pengangguran yang relatif tinggi justru tidak menjadi kelompok terbesar dalam pekerja berupah di bawah UMK.

Jumlah lulusan SMK yang melaporkan upah di bawah UMK tercatat sekitar 5,9 juta orang, lebih rendah dibandingkan lulusan SMA umum.

Tim ekonom LPEM FEB UI menjelaskan, pola ini mengindikasikan bahwa persoalan utama lulusan SMK lebih banyak terletak pada transisi ke dunia kerja dan risiko menganggur, bukan semata pada rendahnya tingkat upah setelah bekerja.

"Dengan kata lain, bagi sebagian lulusan SMK yang berhasil masuk ke pasar kerja, upah yang diterima relatif lebih dekat atau berada di atas UMK dibandingkan kelompok pendidikan menengah umum," tulis mereka sebagaimana tertera dalam Labour Market Brief.

Di tingkat pendidikan tinggi, temuan yang cukup mengejutkan muncul pada lulusan S1. Meskipun secara proporsi relatif kecil dibandingkan lulusan pendidikan dasar dan menengah, jumlah pekerja lulusan S1 yang melaporkan upah di bawah UMK masih mencapai lebih dari empat juta orang.

"Angka ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak sepenuhnya menjadi pelindung dari risiko menerima upah rendah," ungkap tim ekonom LPEM FEB UI.

LPEM FEB UI mengatakan bahwa lulusan S1 pun banyak yang tidak digaji sesuai standar konsisten dengan narasi yang belakangan banyak muncul di media mengenai lulusan perguruan tinggi yang bekerja di bawah kualifikasi, memasuki pekerjaan entry level dengan upah rendah, atau bekerja di sektor informal dan semi formal yang tidak sepenuhnya mengikuti ketentuan upah minimum.

Lebih lanjut, jumlah pekerja dengan pendidikan pascasarjana yang melaporkan upah di bawah UMK relatif sangat kecil.

"Hal ini mencerminkan segmentasi pasar kerja yang kuat di tingkat pendidikan tertinggi, di mana pekerja dengan kualifikasi sangat tinggi cenderung berada pada posisi dan sektor dengan struktur upah yang lebih terlindungi," pungkas LPEM FEB UI.

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |