Jakarta, CNBC Indonesia - Iran mengambil langkah pembatasan ketat terhadap lalu lintas udara nasional di tengah meningkatnya ketegangan di dalam negeri dan tekanan internasional.
Pemerintah Teheran untuk sementara menutup wilayah udaranya bagi seluruh penerbangan, kecuali penerbangan sipil internasional yang datang dan berangkat dengan izin khusus dari otoritas penerbangan.
Kebijakan tersebut tertuang dalam pemberitahuan resmi penerbangan yang menyebutkan bahwa wilayah udara Teheran akan ditutup hingga 15 Januari. Dalam pemberitahuan itu ditegaskan hanya penerbangan sipil internasional yang memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari Otoritas Penerbangan Sipil Iran yang diizinkan beroperasi.
"Pembatasan ini berlaku bagi seluruh penerbangan yang masuk dan keluar Iran, sementara seluruh lalu lintas udara lainnya ditangguhkan," demikian bunyi pemberitahuan tersebut, dikutip dari Anadolu Agency.
Langkah penutupan sementara wilayah udara ini diambil di tengah situasi yang kian tegang, baik di tingkat domestik maupun regional. Iran dalam beberapa pekan terakhir menghadapi gelombang protes anti-pemerintah, yang memicu sorotan dan kecaman dari berbagai negara Barat serta komunitas internasional.
Sebelumnya, Lufthansa Group telah mengumumkan bahwa maskapai penerbangannya akan menghindari wilayah udara Iran dan Irak "sampai pemberitahuan lebih lanjut" di tengah meningkatnya ancaman serangan militer AS dari Donald Trump.
Perusahaan Jerman tersebut, yang mengoperasikan beberapa maskapai penerbangan termasuk Lufthansa, SWISS, Austrian Airlines, Brussels Airlines, dan Eurowings, juga mengatakan akan menghindari penerbangan malam ke dan dari Bandara Ben Gurion Tel Aviv karena "situasi terkini di Timur Tengah."
Penghentian sementara penerbangan malam akan dimulai Kamis dan berlangsung hingga Minggu, kata perusahaan Jerman tersebut.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2

















































