Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) resmi mengumumkan tarif timbal balik (resiprokal) ke sejumlah negara. Tarif ini diberlakukannya dengan menargetkan negara-negara yang memiliki surplus perdagangan dengan AS.
RI juga bahkan masuk ke dalamnya. Dalam pengumuman Rabu waktu setempat, barang Indonesia dikenai tarif impor oleh Trump sebesar 32%.
Apa penyebabnya?
Jika dilihat dari perdagangan AS, neraca perdagangan Paman Sam dengan Indonesia saat ini negatif (defisit), artinya nilai impor AS dari RI lebih besar daripada nilai ekspor AS ke RI. Dari data Gedung Putih, nilainya minus US$ 18 miliar.
Berikut grafis-nya mengutip Reuters, Kamis (3/4/2025):
Foto: Trading AS. (Reuters/US Cencus Bureau/P. Thai Larsen)
Trading AS. (Reuters/US Cencus Bureau/P. Thai Larsen)
Selain itu, dari data tarif resiprokal yang diumumkan Trump, terlihat bahwa RI menerapkan tarif impor 64% ke barang AS. Namun ini juga termasuk "manipulasi mata uang" dan apa yang disebut Trump "trade barrier".
Foto: Daftar kenakan tarif baru Presiden AS, Donald Trump. (Instagram/whitehouse)
Daftar kenakan tarif baru Presiden AS, Donald Trump. (Instagram/whitehouse)
Foto: Daftar kenakan tarif baru Presiden AS, Donald Trump. (Instagram/whitehouse)
Daftar kenakan tarif baru Presiden AS, Donald Trump. (Instagram/whitehouse)
Sebelumnya, pengumuman itu sendiri diberikan Trump saat mengumumkan tarif resiprokal, timbal balik, sebesar 10%. Namun ada sejumlah negara yang mendapat kenaikan tarif lebih tinggi.
Dalam sebuah video, Trump menunjukkan sebuah papan berisi deretan negara-negara yang ia kenakan tarif baru. Awalnya ia menyebut China dan Uni Eropa di urutan awal dengan 34% dan 29%.
Kemudian ia menyebut Vietnam, Taiwan dan Jepang serta India. Setelahnya ia baru menyebut Indonesia, Malaysia dan Kamboja secara bersamaan.
"Indonesia, Malaysia, Kamboja... Oh coba lihat Kamboja 98%, kita akan membawanya ke 49%. Mereka mengambil keuntungan dari Amerika Serikat," tambahnya.
Sebelumnya, Trump telah mengatakan bahwa AS memberlakukan tarif ke negara yang dianggap memperlakukan ekspor Paman Sam dengan tidak adil. Hal ini tak hanya bisa menyerang pesaing AS tapi juga sekutu.
"Mereka mengenakan pajak atau tarif kepada kita dan kita mengenakannya kepada mereka," kata Trump Februari lalu.
(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Partai Demokrat Ingatkan Bahaya Tarif Trump
Next Article Bukan China! Kemenangan Trump Bisa 'Makan Korban' Jepang