IHSG Paling Perkasa di Asia, Terbang 4,29% Saat Bursa Lain Rontok

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan sejarah baru dalam volatilitas harian tahun ini. Di tengah gelombang tekanan jual (selling pressure) yang menghantam mayoritas bursa saham utama di kawasan Asia, IHSG justru tampil perkasa dan menutup perdagangan dengan apresiasi masif.

IHSG resmi menjadi indeks dengan kinerja terbaik (top performer) di Asia hari ini, mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 4,29%. Kenaikan ini mengukuhkan posisi pasar modal Indonesia sebagai destinasi investasi utama saat ini, meninggalkan jauh rekan-rekannya di kawasan ASEAN maupun pasar negara maju di Asia Timur.

Fenomena ini disebut sebagai decoupling, di mana pergerakan pasar domestik melepaskan diri dari korelasi negatif bursa global. Hal ini mengindikasikan kuatnya arus dana asing (capital inflow) yang masuk secara agresif ke pasar saham Indonesia, memanfaatkan momentum valuasi yang menarik di tengah ketidakpastian global.

Berikut adalah ringkasan kinerja indeks saham utama Asia pada penutupan perdagangan akhir bulan ini Jumat (28/11/2025):

Asia Terbelah: Rotasi Masif dari Utara ke Selatan

Data di atas menunjukkan divergensi yang sangat ekstrem. Terjadi rotasi sektoral dan geografis yang nyata. Investor global tampaknya sedang melakukan aksi dumping pada pasar Asia Timur yang berbasis teknologi dan manufaktur ekspor, dan beralih memburu pasar Asia Tenggara yang berbasis konsumsi domestik dan komoditas.

Lihat saja bagaimana KOSPI (Korea Selatan) dan NIKKEI (Jepang) hancur lebur dengan penurunan masing-masing -4,40% dan -4,12%. Kejatuhan dua raksasa ini biasanya dipicu oleh sentimen negatif pada sektor teknologi/semikonduktor atau kekhawatiran kenaikan suku bunga global yang memukul emiten growth stocks. Taiwan (TWII) pun tak luput dari koreksi tajam sebesar -2,50%.

Sebaliknya, arus dana yang keluar dari Asia Utara tersebut tampaknya membanjiri Asia Tenggara dan India. Selain IHSG yang memimpin, indeks PSI (Filipina) dan VNI (Vietnam) juga mencatatkan kenaikan impresif di atas 3%. SENSEX (India) yang dikenal sebagai pasar dengan valuasi premium juga turut diapresiasi sebesar 2,11%.

Indonesia vs Thailand: Nasib yang Tertukar

Yang paling menarik perhatian analis adalah kontras tajam antara Indonesia dan Thailand. Di saat IHSG terbang 4,29%, indeks SETI Thailand justru terjun bebas -4,38%, menjadikannya salah satu yang terburuk di Asia hari ini setara dengan Korea Selatan.

Kondisi ini menyiratkan adanya perpindahan alokasi portofolio (rebalancing) manajer investasi global di kawasan ASEAN. Dana asing kemungkinan besar ditarik keluar dari Thailand-yang mungkin sedang menghadapi isu ketidakpastian politik atau pelambatan ekonomi pariwisata-dan dipindahkan secara masif ke Indonesia ("Overweight Indonesia, Underweight Thailand").

Prospek Ke Depan

Kenaikan IHSG sebesar 4,29% dalam sehari bukanlah kejadian biasa. Ini adalah sinyal bullish yang sangat kuat ditopang dengan kebijakan yang berfokus pada growth strategy oleh Kementerian Keuangan. Biasanya, lonjakan setinggi ini didorong oleh aksi beli pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar (Big Caps) terutama di sektor perbankan dan energi.

Investor melihat fundamental ekonomi Indonesia jauh lebih tangguh (resilien) menghadapi gejolak eksternal. Dengan inflasi yang terjaga dan pertumbuhan PDB yang solid, IHSG dinilai sebagai safe haven dengan risk-reward terbaik di Asia saat ini.

Namun, pelaku pasar masih tetap waspada terhadap aksi profit taking jangka pendek mengingat kenaikan yang sudah sangat tinggi dalam waktu singkat dan pasar Amerika yang masih cukup menakutkan.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |