Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden AS Donald Trump resmi melancarkan perang dagang melalui kenaikan tarif impor ke puluhan negara, termasuk Indonesia, Rabu (2/4/2025) waktu setempat.
Indonesia sendiri dikenakan tarif impor 32% oleh Trump. Selain itu, negara tetangga RI juga tak luput dari tarif tersebut. Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Kamboja juga kena dengan masing-masing tarif sebesar 46%, 36%, 24%, dan 49%. Ide gila Trump soal perang dagang sebenarnya bukan terjalin sejak dia menjadi Presiden AS pada awal kepemimpinan periode pertama tahun 2016. Sebab, dia sudah punya ide perang dagang tersebut dari tahun 1980-an.
Sebagai pebisnis, Donald Trump sangat memahami dinamika ekonomi dan politik. Pada tahun 1980-an, dia melihat dan juga terdampak atas masifnya perdagangan negara-negara Asia Timur, khususnya Jepang, di tanah AS.
Kala itu, Jepang memang masif memasarkan produknya di AS. Mulai dari barang elektronik hingga mobil. Semua ini membuat pertumbuhan ekonomi Jepang meroket. Sementara, AS mandek dan dilanda kebangkrutan besar.
"Mereka datang ke sini. Menjual mobil mereka dan buat bangkrut perusahaan AS. Mereka sukses mengalahkan negara ini," kata Trump dalam salah satu talkshow tahun 1987.
Trump pun merasa marah dan mengungkap ide awal soal perang dagang alias kenaikan tarif impor pada 1987. Dia mengungkapkan amarahnya dalam tulisan panjang di New York Times edisi 2 September 1987.
Trump yang masih berusia 41 tahun tersebut menyebut, Jepang dan negara lain sudah mengambil keuntungan besar dari Amerika Serikat.
"Selama itu pula, dunia telah menertawakan para politisi AS," tulis Trump.
Foto: Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif tentang tarif, di Rose Garden di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 2 April 2025. (REUTERS/Leah Millis)
Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif tentang tarif, di Rose Garden di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 2 April 2025. (REUTERS/Leah Millis)
Oleh karena itu, dia meminta pemerintah AS yang dipimpin Presiden Ronald Reagan menerapkan idenya, yakni menaikkan tarif impor, pembatasan impor, dan mengurangi pajak.
"Akhiri defisit AS, kurangi pajak, dan biarkan ekonomi AS tumbuh tidak terbebani oleh biaya untuk membela negara lain yang mudah membayar kita. Jangan mau negara besar AS diledek oleh negara lain," tutur Trump.
Mengutip CNN International, Soal Jepang, Trump tegas meminta kenaikan bea masuk impor sebesar 20%. Ini dikenakan kepada seluruh barang impor asal Jepang. Tak hanya mobil atau barang elektronik, tetapi juga komoditas lain. Trump menyebut cara ini bisa membuat AS mendapat uang miliaran dolar.
Pesan Trump memang tak bisa dilaksanakan langsung olehnya. Sebab, dia bukan pemimpin dan masih pebisnis. Namun, Presiden AS Ronald Reagan membuat kebijakan kenaikan tarif impor kepada Jepang demi melindungi ekonomi AS. Meskipun tak diketahui, apakah ada korelasi antara pesan Trump dan kebijakan Reagan.
Singkat cerita, cara Reagan tersebut memang berhasil. Perusahaan-perusahaan AS jadi terselamatkan. Begitu pula ekonomi AS yang terdongkrak. Barulah saat menjadi Presiden AS ke-45, Donald Trump benar-benar melaksanakan ide lamanya soal perang dagang atau kenaikan tarif impor untuk melindungi AS dalam jargon American First. Dan kini Indonesia terdampak atas kebijakan perang dagang Trump.
(mfa/mfa)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Lirik Prospek Bisnis Produk Perawatan Rambut Lokal Go Global
Next Article Ternyata Trump Super Pelit, Punya Harta Rp100 T tapi Ogah Lakukan Ini