Harga Emas Terbang 2% ke US$ 4470 Karena Omongan Sakti Gubernur Ini

5 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas naik lebih dari 2% pada perdagangan Kamis, setelah pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada September.

Optimisme ini muncul setelah Gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve Christopher Waller mengatakan dirinya akan mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga jika data terus menunjukkan tekanan inflasi mereda.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Kamis (3/9/2026) ditutup di posisi US$ 4472,86 per troy ons. Harganya melesat 1,97%.

Kenaikan ini membawa harga emas kembali ke level US$ 4400 sekaligus posisi tertinggi dalam enam hari terakhir.

Kenaikan kemarin juga memperpanjang tren positifnya dengan menguat 3,33% dalam dua hari beruntun.

Pada hari ini, Jumat (4/9/2026) pukul 06.39 WIB, harga emas menguat 0,05% ke US$ 4475,1 per troy ons.

Gubernur Federal Reserve Christopher Waller cenderung mempertahankan suku bunga pada rapat September, jika data inflasi dalam dua pekan ke depan tidak menunjukkan kejutan.

Waller menilai tren inflasi mulai membaik. Ia mengatakan dampak tarif kemungkinan terbatas, sementara kenaikan harga energi belum berdampak besar ke sektor ekonomi lainnya.

Pernyataan Waller tampak berbeda dengan pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh pekan lalu.

Waller menyatakan optimistis terhadap tren inflasi saat ini, dengan menilai dampak tarif kemungkinan terbatas dan kenaikan harga energi belum memberikan dampak besar terhadap sektor ekonomi lainnya.

Meski mengakui inflasi masih ecara signifikan di atas target The Fed sebesar 2%, Waller menilai tren terbaru menunjukkan kita akhirnya mulai melihat tanda-tanda disinflasi.

"Jika tren ini berlanjut dalam data yang akan dirilis dalam dua pekan ke depan, saya cenderung mendukung mempertahankan target suku bunga federal funds pada level saat ini," ujar Waller dalam wawancara dengan Reuters.

Peluang kenaikan suku bunga pada rapat 15-16 September langsung turun tajam setelah pernyataan tersebut.

Berdasarkan perangkat FedWatch CME Group, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga hanya 48,4%, dari sekitar 62% sebelum komentar Waller.

"Saya pikir para pedagang saat ini melihat The Fed akan lebih tidak agresif dalam menaikkan suku bunga," kata Bob Haberkorn, senior market strategist di StoneX, dikutip dari Refinitiv.

"Semakin banyak pedagang yang mulai berpandangan bahwa The Fed mungkin hanya akan menaikkan suku bunga satu kali, tetapi kemungkinan tidak banyak lagi yang bisa dilakukan terkait suku bunga setelah itu." Imbuhnya.

Penurunan imbal hasil Treasury turut menopang harga emas dengan mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Dolar AS juga melemah sehingga emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pembeli di luar AS.

Investor kini menantikan laporan nonfarm payrolls (NFP) AS yang akan dirilis hari ini, disusul laporan inflasi Agustus pada pekan depan.

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |