Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas masih babak belur hingga menyentuh level terendah dalam dua pekan.
Investor mencermati meningkatnya ekspektasi The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga, setelah pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh. Lonjakan harga minyak juga semakin memperkuat kekhawatiran inflasi.
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Senin (31/8/2026), harga emas ditutup di posisi US$ 4448,29 atau melemah 0,09%.
Harga emas penutupan kemarin adalah yang terendah sejak 18 Agustus 2026.
Pelemahan kemarin juga memperpanjang derita emas dengan ambruk 3,32% dalam dua hari terakhir.
Harga emas masih melemah pada hari ini. Pada Selasa (1/9/2026), harga emas melandai 0,04% ke US$ 4446,66 per troy ons.
Meski tertekan, emas masih mencatatkan kenaikan bulanan terkuat sejak Januari 2026, dengan harga telah naik sekitar 10,08% sepanjang Agustus 2026.
Daniel Pavilonis, Senior Market Strategist StoneX, mengatakan tekanan terhadap emas terutama berasal dari kenaikan suku bunga dan ekspektasi inflasi yang dipicu kenaikan harga energi serta penurunan persediaan minyak.
"Yield AS terus menguat dan dolar juga terus menguat. Kondisi ini menempatkan emas dalam posisi yang cukup rentan," ujarnya, dikutip dari Refinitiv.
Dolar Amerika Serikat (AS) juga bertahan di sekitar level tertinggi dalam dua pekan. Namun, pelemahan tipis dolar membantu membatasi penurunan harga emas.
Sebelumnya, harga emas anjlok lebih dari 3% pada Jumat, mencatat penurunan harian terbesar sejak 10 Juni. Pelemahan terjadi setelah Warsh memberi sinyal di simposium Jackson Hole bahwa The Fed mungkin perlu mengambil langkah lebih lanjut jika inflasi tidak kembali menuju target 2%.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada September sekitar 64%, melonjak dari sekitar 36% sebelum pernyataan Warsh.
Pasar selanjutnya menunggu data ketenagakerjaan ADP dan nonfarm payrolls AS yang akan dirilis pekan ini untuk mencari petunjuk mengenai kondisi ekonomi dan arah suku bunga The Fed.

4 hours ago
2

















































