Jakarta, CNBC Indonesia - Grab terus mengembangkan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Hingga akhir tahun ini diperkirakan 42 ribu kendaraan listrik akan tersedia.
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi menjelaskan pihaknya sebagai operator EV terbesar terus memperkuat pengembangan kendaraan listrik di ekosistemnya.
Tercatat 28 ribu unit yang tersedia hingga Mei 2026. Jumlah itu mencapai dua kali lipat dari akhir tahun 2025 lalu.
"Grab terus memperkuat pengembangan kendaraan listrik di ekosistem kami dan per Mei 2026 dengan bangga kami sampaikan bahwa armada EV Grab telah mencapai 28.000 unit atau tentunya ini adalah 2 kali lebih banyak dari akhir tahun 2025," kata Neneng, dalam Konferensi Pers Peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia, Senin (29/6/2026).
"Dan kami berkomitmen untuk mencapai 3 kali lipat dari 2025 pada akhir tahun 2026," dia menambahkan.
Pembagiannya untuk motor sebanyak 28 ribu unit dan mobil sebanyak 14 ribu hingga akhir tahun nanti. "Kalau enggak salah mungkin mobilnya 1/3, motornya 2/3 dari total," ucar Neneng.
Kendaraan listrik ini tersedia untuk semua layanan, yakni Grab Car, Grab Bike, Grab Express dan Grab Food. Dengan begitu masyarakat bisa bebas memilih layanan yang diinginkan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan terdapat peningkatan jumlah EV di Indonesia. Dari data yang dia sampaikan terdapat pertumbuhan 143% roda empat dan roda dua 158% setiap tahunnya.
Tahun lalu terdapat 333.561 kendaraan listrik, atau naik dari 207.478 unit sepanjang tahun 2024.
"Nah, sebetulnya dari tahun ke tahun itu terjadi peningkatan jumlah EV, kendaraan listrik itu kurang lebih 143%, sedangkan yang roda dua 158% setiap tahunnya. Terus meningkat secara positif," ujarnya.
(dem/dem)
Addsource on Google

5 hours ago
3

















































