Bagaimana Proyeksi Harga BBM di Juli 2026? Ini Kata Bahlil

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait proyeksi harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya non subsidi seperti Pertamax (RON 92), pada periode Juli 2026 mendatang.

Meski tidak menjawab secara gambalng, namun Bahlil menekankan bahwa kenaikan harga BBM Pertamax baru dilakukan beberapa minggu lalu.

Walau tren harga minyak dunia kini tengah melandai, namun perlu diingat bahwa pemerintah meminta Pertamina untuk menahan dan tidak menaikkan harga jual BBM Pertamax ketika harga minyak dunia melaju tinggi sejak Maret 2026 lalu. Padahal, idealnya harga BBM Pertamax merupakan harga pasar karena termasuk produk BBM non subsidi.

"Kita lihat aja. Teman-teman media, teman-teman juga harus fair dong. Pada saat harga minyak lagi naik dua bulan lebih, hampir tiga bulan, kan nggak kita naikkan (harga BBM Pertamax). Masa baru naik, baru naik dua minggu hampir tiga minggu ya? Teman-teman sudah tanya itu? kenapa waktu kemarin (harga tidak naik) kok tidak tanya, nggak diturunkan (beritanya)?" tutur Bahlil saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Seperti diketahui, PT Pertamina resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi mulai Rabu, 10 Juni 2026.

Berdasarkan situs PT Pertamina Patra Niaga, Pertamina resmi menaikkan harga BBM Pertamax (RON 92) menjadi Rp 16.250 per liter mulai Rabu, 10 Juni 2026 untuk daerah DKI Jakarta dan sekitarnya. Harga BBM Pertamax ini naik Rp 3.950 per liter dari sebelumnya ditetapkan Rp 12.300 per liter pada 1 Juni 2026.

Ini merupakan kenaikan harga BBM Pertamax perdana setelah lonjakan harga minyak dunia akibat perang Israel-Iran pecah sejak 28 Februari 2026 lalu. Ketika harga BBM non subsidi lainnya sudah mengalami kenaikan harga sejak 18 April 2026 lalu, harga BBM Pertamax masih belum mengalami penyesuaian harga.

Sementara harga BBM Pertamax Green (setara RON 95) kini juga dibanderol Rp 17.000 per liter, naik dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.

Adapun untuk harga Pertamax Turbo tetap dibanderol Rp 20.750 per liter, tidak berubah, masih sama berlaku sejak 1 Juni 2026.

Untuk BBM Pertamax di Pertashop dibanderol Rp 16.150 per liter.

Sedangkan untuk BBM Solar non subsidi tidak mengalami perubahan, seperti Pertamina Dex dibanderol Rp 24.800 per liter, Dexlite Rp 23.000, sama seperti berlaku sejak 1 Juni 2026.

Sementara harga untuk produk BBM bersubsidi seperti Pertalite (RON 90) dan Solar bersubsidi masih tetap atau tidak mengalami perubahan, masing-masing dibanderol Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter.

Mengutip data Refinitiv, harga minyak mentah kedua acuan dunia mengalami penurunan dalam sesi terakhir perdagangan pekan lalu.

Minyak mentah acuan Brent tercatat ambles 4,34% menjadi US$ 71,99 per barel pada Jumat (26/6/2026). Senada, harga minyak mentah acuan West Texas Intermediate (WTI) pun anjlok 3,74% ke US$ 69,23 per barel.

Adapun dalam sepekan, harga minyak Brent telah turun 10,65% dan WTI telah merosot 9,62%.

Harga minyak tertinggi Brent sempat terjadi pada akhir Maret 2026, yakni US$ 118,35 per barel. Adapun asumsi harga minyak Indonesia (ICP) pada asumsi makro APBN 2026 yakni sebesar US$ 70 per barel. Selain harga minyak, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (kurs) juga merupakan faktor penentu harga BBM non subsidi di dalam negeri.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |