Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) pernah kehilangan produksi minyaknya hingga 100.000 barel per hari dari lapangan minyaknya yang berada di Irak, yakni Lapangan West Qurma. Produksi dari lapangan itu sempat dihentikan dampak perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
CEO PHE Awang Lazuardi mengatakan pemberhentian produksi diminta langsung oleh pemerintah Irak.
"Beberapa hari setelah perang pemerintah Irak meminta lapangan tersebut harus di-shut in harus dimatikan. Di situ kita kehilangan sekitar 100.000 barrel oil per day," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Selasa (26/5/2026).
Meskipun aktivitas penambangan saat ini sudah mulai diizinkan kembali oleh pemerintah Irak, namun volume produksinya dilaporkan belum kembali ke tingkat normal seperti sebelum konflik terjadi. Saat ini, lapangan West Qurma baru bisa beroperasi dalam skala terbatas guna mencukupi kebutuhan energi domestik Irak.
"Sampai sekarang produksi sudah diizinkan tapi belum full hanya kurang dari 10% hanya untuk memenuhi kebutuhan di internal Irak jadi belum kembali seperti semula. Itulah tantangan kami yang kami hadapi di kuartal 1-2026," lanjut Awang.
Penurunan produksi dari Irak tersebut juga mempengaruhi total capaian produksi minyak perusahaan secara keseluruhan hingga periode April 2026. PHE mencatat, realisasi produksi minyak internasional mencapai 109.000 bph, sementara produksi domestik mencapai 367.000 bph, sehingga total produksi minyak perusahaan menyentuh angka 475.000 bph.
"Untuk saat ini kita baru sampai di angka 945.000 barrel oil equivalent per day dengan target nanti kita diharapkan mencapai di angka 1.030.000 barrel oil equivalent per day dengan bermacam kegiatan atau kita namakan program filling the gap," paparnya.
Pihaknya terus memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap dinamika keamanan di Irak agar kapasitas produksi aset luar negeri tersebut dapat segera pulih. Perusahaan juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi di lapangan-lapangan migas Tanah Air untuk mengejar ketertinggalan target lifting nasional hingga akhir tahun ini.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

4 hours ago
4

















































