Fasilitas Air Amerika Jadi Sasaran Hacker, Senjata Canggih Tak Berguna

3 hours ago 2

Aisha Mayra,  CNBC Indonesia

25 August 2026 20:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Air ternyata bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi salah satu titik paling rentan dalam konflik modern. Amerika Serikat (AS) kini mengalami pengalaman pahit tersebut.

Sejak era Romawi, infrastruktur air telah digunakan sebagai sasaran untuk melumpuhkan lawan. Dalam konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran, ancaman terhadap fasilitas air kembali mencuat.

Presiden AS Donald Trump bahkan pernah mengancam menghancurkan fasilitas desalinasi Iran yang menjadi sumber kehidupan bagi wilayah selatan negara tersebut.

Ancaman itu kini berbalik menghantam Amerika Serikat.

Dilansir dari The Economist, pada musim panas ini, sejumlah fasilitas air dan pengolahan limbah di sedikitnya tujuh negara bagian AS disusupi peretas.

Di Minnesota, sebanyak 30 sistem air komunitas dilaporkan terdampak, sementara otoritas di Georgia sempat meminta 300.000 pelanggan merebus air setelah gangguan menyebabkan tekanan air turun. Penilaian awal pejabat AS mengarah pada kelompok yang berafiliasi dengan Iran sebagai pelaku serangan tersebut.

Amerika Serikat kembali menghadapi ancaman siber yang menyasar salah satu infrastruktur paling vital yaitu sistem air.

Sepanjang musim panas ini, hacker menyusup ke fasilitas air dan air limbah di sedikitnya tujuh negara bagian AS. Minnesota menjadi wilayah yang paling terdampak dengan sekitar 30 sistem air masyarakat dilaporkan terkena serangan.

Serangan tersebut diduga terkait kelompok yang berafiliasi dengan Iran. Namun, masalah yang muncul bukan semata soal siapa pelakunya. Sistem air AS ternyata memiliki celah yang membuatnya relatif mudah ditembus.

Sistem Air Amerika Jadi Sasaran

Sekitar 90% utilitas air di AS dimiliki oleh pemerintah lokal dan sebagian besar melayani kurang dari 10.000 orang. Skala yang kecil membuat tidak semua fasilitas memiliki sumber daya yang sama untuk memperbarui sistem maupun memperkuat keamanan siber.

Sejumlah sistem komputer yang digunakan juga sudah berusia lama. Sistem operasional yang menghubungkan jaringan digital dengan fasilitas fisik bahkan masih terhubung ke internet, termasuk melalui jaringan seluler, sementara sebagian menggunakan kredensial yang lemah.


Kondisinya berbeda dengan sektor kelistrikan. Infrastruktur listrik memiliki standar keamanan siber yang diawasi Federal Energy Regulatory Commission (FERC), sementara sektor air tidak memiliki persyaratan serupa.
Artinya, celahnya bukan selalu berada pada teknologi yang terlalu canggih. Justru sistem dasar yang menghubungkan komputer dengan fasilitas fisik bisa menjadi titik masuk.

Hacker Tak Perlu Canggih

Ancaman terhadap fasilitas air AS sebenarnya bukan hal baru. Pada 2013, peretas yang dikaitkan dengan Iran berhasil masuk ke sistem kontrol sebuah bendungan kecil di New York. Satu dekade kemudian, pada 2023, seorang hacker mengambil alih sebuah pompa di fasilitas air Pennsylvania.

Kasus lain terjadi di Oldsmar, Florida, pada 2021. Seorang peretas mencoba menaikkan kadar sodium hydroxide dalam air. Upaya tersebut gagal, tetapi sistem fasilitas air berhasil ditembus karena komputer operator menggunakan TeamViewer.

Ada pula kasus di Kansas pada 2019 ketika mantan pegawai sebuah fasilitas air menggunakan kredensial lamanya untuk masuk kembali ke sistem.

Rangkaian kasus tersebut memperlihatkan bahwa ancaman tidak selalu datang dari serangan siber yang sangat rumit. Akses internet, sistem lama, hingga kredensial yang masih aktif dapat menjadi celah.


Pemerintah AS sebenarnya sudah beberapa kali mencoba memperketat keamanan siber sektor air.
Pada masa pemerintahan Joe Biden, Environmental Protection Agency (EPA) berupaya mewajibkan negara bagian meninjau dan melaporkan ancaman siber terhadap sistem air.

Namun, kebijakan tersebut digugat oleh sejumlah jaksa agung negara bagian dari Partai Republik bersama American Water Works Association (AWWA) dan National Rural Water Association (NRWA). Setelah pengadilan federal mengeluarkan penundaan, EPA akhirnya menarik kembali upayanya.

Kongres AS juga telah memiliki aturan untuk mewajibkan pelaporan serangan siber terhadap infrastruktur penting. Namun, aturan pelaksana Cyber Incident Reporting for Critical Infrastructure Act yang disahkan pada 2022 baru dijadwalkan rampung pada September.

Tekanan terhadap pemerintah dan operator air kemudian mendorong sejumlah inisiatif baru.

Senator Amy Klobuchar dan Adam Schiff mengajukan Water Cyber Shield Act. Sementara itu, DEF CON Franklin bersama National Rural Water Association meluncurkan Water Watch Centre untuk membantu utilitas air berukuran kecil.

American Water Works Association juga mendukung Water Risk and Resilience Organisation Establishment Act yang disponsori Rick Crawford.
Di sisi lain, Tom Cotton mengusulkan kepada Menteri Keuangan Scott Bessent agar investasi keamanan siber didorong melalui perubahan kebijakan pajak dan regulasi.

Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan keamanan air mulai dipandang bukan hanya sebagai isu teknologi, tetapi juga persoalan investasi dan ketahanan infrastruktur.


Anggaran Justru Jadi Sorotan

Di tengah kebutuhan tersebut, arah anggaran pemerintah AS menjadi perhatian tersendiri.  Presiden Donald Trump mengusulkan kenaikan anggaran Department of War sebesar 44% menjadi US$1,5 triliun. Anggaran tersebut antara lain mencakup kebutuhan perang Iran dan sistem pertahanan rudal Golden Dome.

Namun, pada saat yang sama, pemerintah mengusulkan pemangkasan hampir 90% sumber dana terbesar EPA untuk keamanan siber sistem air.
Kontras tersebut menjadi salah satu persoalan utama. Infrastruktur air mungkin tidak terlihat seperti sistem pertahanan atau teknologi strategis, tetapi gangguan terhadapnya dapat langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Bagi AS, tantangannya kini bukan hanya menghadapi siapa yang mencoba meretas sistem air. Persoalan yang lebih sulit adalah memastikan ribuan fasilitas dengan ukuran, anggaran, dan teknologi berbeda memiliki pertahanan digital yang memadai.
Dan untuk infrastruktur yang bekerja setiap hari tanpa banyak diperhatikan, celah kecil di dunia digital bisa berujung pada persoalan yang sangat nyata di dunia fisik.

(mae/mae)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |