Jakarta, CNBC Indonesia - Penerimaan negara dari bea keluar mencapai Rp 28,44 triliun pada 2025. Penerimaan terbesar datang dari sawit dan produk sawit.
Data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menunjukkan penerimaan negara dari bea keluar yang mencapai Rp 28,44 triliun meningkat 36% dibandingkan 2024.
Penerimaan produk sawit menyumbang Rp 21,93 triliun atau 77% dari total penerimaan bea keluar.
Penerimaan bea keluar produk sawit pada 2025 melesat 130,3% dibandingkan 2024.
Lonjakan bea keluar produk sawit ditopang kenaikan harga minyak sawit mentah. Merujuk Refinitiv, rata-rata harga CPO pada 2025 mencapai MYR 4232,98 per ton atau naik 2% dibandingkan 2024.
Sebaliknya, penerimaan bea keluar mineral mencapai Rp 195 miliar atau terkontraksi 17,9%.
Sebagai catatan, harga copper sebenarnya melesat pada 2025. Namun, Penerimaan biji kakao melesat 28% pada 2025 mencapai Rp 168,6 miliar.
Merujuk Refinitiv, harga tembaga atau copper per 2025 rata-ratanya mencapai US$4,8 per pound atau sekitar US$10.582 per ton. Harganya melonjak 14%.
Namun, insiden di PT Freeport Indonesia membuat perusahaan tersebut berhenti beroperasi. PT Freeport Indonesia menghentikan sementara operasional tambang Grasberg Block Cave sejak 8 September 2025 menyusul terjadinya longsor lumpur di area tambang bawah tanah. Insiden tersebut menutup akses utama tambang dan memicu penghentian sebagian besar aktivitas produksi demi menjamin keselamatan pekerja serta mendukung proses evakuasi dan penanganan darurat.
Izin ekspor konsentrat tembaga Freeport secara reguler berakhir pada 16 September 2025. Dengan adanya force majeure tersebut maka ekspor tidak dilakukan.
(mae/mae)

6 hours ago
4
















































