Dolar Turun, Harga Emas Naik

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas kembali bergerak menguat pada perdagangan awal pekan. Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve, serta ketegangan geopolitik masih menjadi penopang logam mulia.

Merujuk data terbaru pukul 08.44 WIB, harga emas berada di US$4.386,76 per troy ons. Harga tersebut menguat sekitar 0,54% dibandingkan penutupan Jumat (14/8/2026) di US$4.375,89 per troy ons.

Jika dibandingkan dengan perdagangan Jumat pekan sebelumnya, harga emas telah naik sekitar 1,04%. Penguatan tersebut menunjukkan bahwa emas masih mempertahankan momentum positif setelah bangkit tajam dari level terendah pertengahan Juli.

Harga emas kini hanya berjarak sekitar 0,3% dari level US$4.400. Sementara untuk mencapai resistance psikologis US$4.500, emas masih membutuhkan kenaikan sekitar 2,6%.

Pelemahan dolar AS masih menjadi salah satu sumber tenaga bagi emas. Dolar yang lebih murah membuat emas menjadi lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Ekspektasi kebijakan The Fed juga berubah lebih mendukung logam mulia. Pasar mulai mengurangi taruhan kenaikan suku bunga setelah data ekonomi dan inflasi AS tidak menunjukkan tekanan yang jauh lebih kuat dari perkiraan.

Suku bunga yang tidak naik biasanya menjadi sentimen positif bagi emas. Logam mulia tidak memberikan imbal hasil, sehingga daya tariknya meningkat ketika potensi keuntungan dari deposito dan obligasi mulai terbatas.

Kendati demikian, emas belum benar-benar terbebas dari tekanan jual. Pada 12 Agustus, harga sempat mencapai US$4.407 sebelum jatuh kembali ke US$4.350 pada sesi berikutnya. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa area US$4.400 masih dipenuhi aksi ambil untung.

Harga perlu melewati US$4.407 untuk membuka jalan menuju US$4.500. Jika mampu menembus dan bertahan di atas US$4.500, ruang kenaikan menuju US$4.650-4.750 dapat terbuka.

Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas US$4.375 dapat membawa emas kembali menguji US$4.350. Apabila level tersebut ikut ditembus, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju US$4.240.

Dengan kata lain pelemahan ekonomi, perubahan arah suku bunga dan meningkatnya risiko geopolitik dapat mendorong emas kembali menuju US$4.500 atau lebih tinggi. Sebaliknya, ekonomi yang kuat, kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan dolar dapat menahan pergerakan emas.

Dengan harga di US$4.386,76, posisi emas kini semakin dekat dengan area penentuan. Penembusan US$4.400 akan menjadi sinyal awal, tetapi kemenangan sebenarnya baru terjadi jika emas mampu bertahan di atas US$4.500.

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |