Jakarta, CNBC Indonesia - Ikan gabus memiliki potensi sebagai superfood berkat kandungan nutrisi dan pangan fungsional yang melimpah. Tingginya kandungan albumin serta protein pada ekstrak ikan gabus juga mendorong tenaga kesehatan merekomendasikannya untuk dikonsumsi pada masa pemulihan pascaoperasi.
Namun sayang, meski memiliki manfaat kesehatan yang besar, konsumsi ikan gabus di masyarakat masih relatif rendah. Salah satu penyebabnya adalah ketersediaan ikan gabus di pasaran yang belum sebanyak jenis ikan konsumsi lainnya.
Dosen Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Indun Dewi Puspita, menjelaskan bahwa ikan gabus memiliki kandungan protein yang sedikit lebih tinggi dibandingkan ikan air tawar lainnya.
Jika rata-rata sumber protein hewani mengandung sekitar 20 persen protein, kandungan protein pada ikan gabus dapat mencapai 23-25 persen.
"Ikan gabus mungkin bukan ikan yang umum dikonsumsi oleh masyarakat. Memang ikan ini punya segmen pasar tersendiri," ujarnya dikutip dari laman resmi UGM, Kamis (11/6/2026).
Menurut Indun, salah satu alasan utama masyarakat mencari ikan gabus adalah kandungan albuminnya yang tinggi. Albumin sendiri merupakan protein penting yang berperan dalam membantu proses regenerasi sel, menjaga keseimbangan cairan dalam darah, serta mendukung distribusi zat gizi seperti vitamin dan mineral.
Ia menjelaskan bahwa tingginya kadar albumin pada ikan gabus diduga berkaitan dengan habitat hidupnya yang berada di rawa atau perairan berlumpur dengan kadar oksigen relatif rendah.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat ikan gabus beradaptasi dengan memproduksi albumin dalam jumlah lebih tinggi.
"Biasanya orang-orang mencari albumin, misalnya setelah operasi. Albumin dapat membantu mempercepat regenerasi sel," jelasnya.
Selain albumin, ikan gabus juga mengandung berbagai nutrisi lain yang bermanfaat, termasuk vitamin, mineral, dan asam lemak tak jenuh omega-3.
Meski kandungan omega-3 pada ikan laut masih lebih tinggi, Indun menilai ikan gabus tetap unggul jika dibandingkan dengan sebagian besar ikan air tawar lainnya.
Karena manfaat kesehatannya, kini banyak tersedia produk ekstrak ikan gabus dalam bentuk suplemen. Namun, menurut Indun, mengonsumsi ikan gabus secara langsung tetap memberikan keuntungan lebih karena dapat memperoleh berbagai nutrisi lain yang terkandung di dalamnya.
"Kalau mengonsumsi ikannya langsung, kita bisa mendapatkan nutrisi-nutrisi lainnya. Misalkan tadi ada beberapa laporan menyebutkan asam lemak tak jenuh," terangnya.
Untuk mengolah ikan gabus, ia menyarankan agar tidak menggunakan suhu yang terlalu tinggi agar kandungan protein dan zat gizi lainnya tidak mengalami kerusakan.
Ia merekomendasikan metode memasak seperti dikukus atau direbus menjadi sup. Menurutnya, metode tersebut lebih baik dibandingkan menggoreng atau membakar dalam waktu lama yang dapat merusak struktur yang terkandung dalam ikan.
Meski memiliki nilai gizi tinggi, pemanfaatan ikan gabus masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah ketersediaan pasokan yang masih banyak bergantung pada hasil tangkapan alam. Ia menyebutkan berbeda dengan lele atau nila yang sudah dibudidayakan secara luas, ikan gabus masih relatif jarang dibudidayakan secara massal.
(dem/dem)
Addsource on Google

5 hours ago
5

















































