Didiskriminalisasi Trump, Bos The Fed Kena Kasus Hukum di Pengadilan

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Kejaksaan kini membuka penyelidikan ke Ketua Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. Powell mengatakan sendiri Minggu waktu setempat, menyebut bagaimana jaksa AS telah membuka penyelidikan atas pernyataan yang ia berikan kepada anggota parlemen dan mengancam mengajukan dakwaan.

Ia mengatakan ini sebuah langkah yang "merupakan bagian dari kampanye tekanan Presiden Donald Trump terhadap keputusan kebijakan moneter". Powell menambahkan dalam sebuah pernyataan bahwa The Fed telah menerima panggilan pengadilan Jumat, yang "mengancam dakwaan pidana" terkait dengan kesaksiannya di Senat pada bulan Juni, menyangkut proyek renovasi besar gedung kantor Federal Reserve.

"Ancaman tuntutan pidana adalah konsekuensi dari penetapan suku bunga oleh Federal Reserve berdasarkan penilaian terbaik kami tentang apa yang akan bermanfaat bagi masyarakat, daripada mengikuti preferensi Presiden," tegas Powell dikutip AFP, Senin (12/1/2026).

"Tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya" itu sebagai bagian dari ancaman dan tekanan berkelanjutan dari pemerintahan," jelasnya merujuk diskriminasi.

Keputusan kebijakan moneter The Fed selama ini sangat independen. Badan itu memiliki mandat ganda untuk menjaga harga tetap stabil dan pengangguran tetap rendah.

Alat utamanya adalah dengan menetapkan suku bunga utama, yang memengaruhi biaya pinjaman di seluruh perekonomian. Anggota biasanya menjabat di bawah presiden dari Partai Republik dan Demokrat.

Trump sendiri memang secara konsisten menekan Powell dan bank sentral untuk bergerak lebih cepat dalam menurunkan suku bunga. Padahal di hukum AS ini merupakan pelanggaran terhadap independensi lembaga yang telah lama ada.

Namun Trump membantah mengetahui penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap The Fed. Ia menegaskan tak tahu jelas meski menyebut Powell "terlalu baik" dalam renovasi bank sentral tersebut.

"Saya tidak tahu apa pun tentang itu, tetapi dia jelas tidak terlalu baik di Federal Reserve, dan dia tidak terlalu baik dalam membangun gedung," kata Trump seperti dikutip NBC International.

Kecaman dan Warning

Sementara itu senator dari kedua kubu mengecam penyelidikan tersebut. Mereka mempertanyakan keabsahan penyelidikan.

"Sekarang independensi dan kredibilitas Departemen Kehakiman yang dipertanyakan," kata Senator AS asal Republik, Thom Tillis, dimuat laman yang sama.

"Saya akan menentang pengesahan calon apa pun untuk (The) Fed, termasuk kekosongan jabatan Ketua Fed yang akan datang, sampai masalah hukum ini sepenuhnya diselesaikan," tambahnya.

Hal senada juga dikatakan Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer, dari Partai Demokrat. Ia menyebut penyelidikan itu sebagai serangan terhadap independensi Fed.

"Siapa pun yang independen dan tidak hanya mengikuti Trump akan diselidiki," kata Schumer.

Trump Ingin Menggulingkan Powell?

Sebenarnya masa jabatan Powell sebagai Ketua The Fed berakhir pada Mei. Namun Trump sempat mengatakan ingin menggulingkannya meski "tidak sampai melakukannya".

Kepada Politico dalam sebuah wawancara bulan lalu, Trump juga mengatakan bahwa ia akan menilai "pengganti Powell berdasarkan apakah mereka segera menurunkan suku bunga". Trump sendiri menyoroti khusus biaya renovasi kantor pusat The Fed di Washington, yang ia katakan "bengkak".

Sebenarnya kantor pusat The Fed di Washington yang berusia 88 tahun. Renovasi kantor pusat The Fed sendiri senilai US$2,5 miliar (sekitar Rp39,5 triliun).

Trump sempat melakukan kunjungan yang tidak biasa ke lokasi konstruksi bulan lalu. Di mana kedua pria tersebut, dengan mengenakan helm pengaman, berdebat tentang harga renovasi tersebut.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |