Ratusan orang berkumpul di luar Balai Kota Sydney untuk menggelar aksi solidaritas mendukung demonstrasi nasional di Iran yang dipicu lonjakan inflasi, di Sydney, Australia, Rabu (14/1/2026). Aksi tersebut juga menjadi bentuk dukungan bagi para pengunjuk rasa di Iran yang menghadapi penindakan keras dari pemerintah. (REUTERS/ Jeremy Piper)
Para peserta aksi membawa spanduk dan meneriakkan seruan solidaritas, mengecam kekerasan yang dilakukan aparat keamanan Iran terhadap warga sipil. (REUTERS/ Jeremy Piper)
Selain di Australia, seorang demonstran tampak mengibarkan bendera saat aksi solidaritas mendukung protes nasional di Iran berlangsung di Barcelona, Spanyol, Selasa. Gelombang protes di Iran bermula pada 28 Desember lalu, dipicu oleh anjloknya nilai mata uang nasional yang semakin menekan kondisi ekonomi masyarakat. (REUTERS/ Albert Gea)
Aksi tersebut kemudian berkembang menjadi demonstrasi yang lebih luas, dengan tuntutan politik termasuk seruan untuk menjatuhkan pemerintahan yang berkuasa. (REUTERS/ Albert Gea)
Sementara itu, di Roma, Italia, massa menggelar aksi serupa dengan membentangkan bendera dengan ukuran besar nasional pra-Revolusi Iran bergambar “Singa dan Matahari” dalam unjuk rasa yang mendukung protes nasional di Iran. Kelompok hak asasi manusia Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat melaporkan bahwa hingga kini mereka telah memverifikasi kematian 2.403 demonstran serta 147 individu yang berafiliasi dengan pemerintah. (REUTERS/Francesco Fotia)
HRANA juga mencatat sedikitnya 18.137 orang telah ditangkap sejak protes dimulai. Sementara itu, seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa lebih dari 2.000 orang telah tewas dalam kerusuhan tersebut. (REUTERS/Francesco Fotia)
Di Inggris, seorang perempuan membawa poster bertuliskan “SOS” saat berunjuk rasa di luar Kedutaan Besar Iran di London sebagai bentuk dukungan terhadap protes nasional di Iran. Aksi protes terbaru ini terjadi di tengah kondisi Iran yang masih berupaya pulih dari perang tahun lalu. (REUTERS/Isabel Infantes)
Situasi diperburuk dengan melemahnya posisi regional Teheran, menyusul serangkaian pukulan terhadap sekutu-sekutunya, termasuk Hizbullah di Lebanon, sejak serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Meskipun otoritas Iran sebelumnya berhasil meredam berbagai gelombang protes, skala dan intensitas kerusuhan kali ini dinilai mencerminkan tekanan politik dan ekonomi yang semakin dalam di negara tersebut. (REUTERS/Toby Melville)

2 hours ago
1

















































