Sejumlah robot humanoid turun langsung ke lapangan sepak bola untuk bertanding dalam partai final turnamen AI.
Kompetisi robotika dan kecerdasan buatan terbesar di dunia, RoboCup 2026, menghadirkan pemandangan tak biasa di Kota Incheon, Korea Selatan, pada Minggu (5/7/2026) kemarin. Sejumlah robot humanoid turun langsung ke lapangan sepak bola untuk bertanding dalam partai final turnamen yang menjadi ajang unjuk kemampuan teknologi robot dan kecerdasan buatan (AI). (REUTERS/Kim Soo-hyeon)
Pada laga final, Tim Hephaestus dari Universitas Tsinghua berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan tim dari Universitas Pertanian Pegunungan dan Laut Tiongkok. Pertandingan berlangsung menarik dengan aksi para robot yang beberapa kali terlihat tersandung dan bertabrakan di lapangan, sebelum mampu bangkit dan melanjutkan permainan secara mandiri. (REUTERS/Kim Soo-hyeon)
Pemimpin Tim Hephaestus, Changsheng Luo, mengungkapkan ambisi besar di balik pengembangan teknologi tersebut. Ia menyatakan bahwa tujuan jangka panjang timnya adalah mampu menciptakan robot yang suatu hari dapat menjadi juara dalam kompetisi sepak bola setara FIFA. (REUTERS/Kim Soo-hyeon)
"Tujuan utama tim kami adalah menjadi juara FIFA pada tahun 2050," ujar Luo. Penyelenggara RoboCup 2026 mencatat lebih dari 3.000 peserta dari 45 negara ambil bagian dalam ajang tahunan tersebut. Kompetisi ini menjadi wadah bagi para peneliti, akademisi, dan pengembang teknologi untuk menguji kemampuan robot dalam berbagai skenario dunia nyata. (REUTERS/Kim Soo-hyeon)
Selain pertandingan sepak bola, RoboCup 2026 juga menggelar berbagai kompetisi lain yang dirancang untuk menguji kemampuan robot dalam situasi kompleks. (REUTERS/Kim Soo-hyeon)
source on Google

8 hours ago
3

















































