Deal! Petrosea Teken Kontrak Rp989 Miliar di Proyek Gas Inpex Masela

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan kontraktor pertambangan dan minyak dan gas bumi (migas) PT Petrosea Tbk (PTRO) resmi mengantongi kontrak dengan nilai mencapai Rp 989,17 miliar.

Kontrak tersebut diteken bersama Inpex Masela Ltd untuk proyek Onshore LNG Perimeter Construction Works di proyek gas 'jumbo' Lapangan Abadi, Blok Masela di Maluku.

Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), kesepakatan tersebut telah ditandatangani pada 2 Maret 2026 melalui Konsorsium Petrosea-ETI-Nindya.

Konsorsium tersebut dibentuk oleh Petrosea bersama dengan PT Enviromate Technology International dan BUMN PT Nindya Karya (Persero).

Sekretaris Perusahaan Petrosea Anto Broto menjelaskan bahwa proyek ini murni kegiatan bisnis di sektor Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dan bukan merupakan transaksi afiliasi.

"Perolehan kontrak ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja Perseroan serta menjadi bagian dari upaya pengembangan usaha untuk memperkuat kapabilitas operasional Perseroan di sektor EPC," tulis Petrosea dalam laporan resminya, Kamis (26/3/2026).

Porsi partisipasi Petrosea ditetapkan sebesar 36%. Adapun estimasi jangka waktu penyelesaian kontrak pengerjaan proyek tersebut adalah selama 36 bulan.

Ruang lingkup pekerjaan utama yang akan digarap oleh konsorsium mencakup pengadaan material, pembangunan pagar keliling (perimeter fence & gate), jalan ekspansi umum (public expansion road), serta pembangunan jalan pengalihan yang mencakup penerangan jalan dan relokasi jaringan listrik eksisting.

Selain itu, terdapat ruang lingkup opsional pembangunan pioneering jetty (dermaga perintis) dan mini Intensive Vital Care Unit (IVCU).

Bahlil Minta Percepatan Proyek Gas Masela

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong raksasa minyak dan gas bumi (migas) asal Jepang, Inpex Corporation, untuk mempercepat eksekusi proyek gas Lapangan Abadi Blok Masela. Pemerintah memastikan proyek bernilai US$ 20 miliar atau setara Rp 339,4 triliun (asumsi kurs Rp 16.970 per US$) tersebut segera memasuki tahap keputusan investasi akhir.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengapresiasi kemajuan proyek pengembangan blok migas tersebut yang saat ini sudah mencapai sekitar 25%. Ia meminta Inpex untuk segera memajukan tahap Front End Engineering and Design (FEED) pada kuartal kedua atau selambatnya kuartal ketiga 2026 agar tender Engineering Procurement Construction (EPC) bisa berjalan secara paralel.

"Karena kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan ulur-ulur lagi. Ini 27 tahun, masa kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun baru jadi kan. Apalagi itu kampung ibu saya. Jadi saya pikir bisa tahun ini kita semua tender EPC," ungkap Bahlil saat bertemu dengan CEO Inpex di Tokyo, Jepang, dilansir dari keterangan resmi, dikutip Senin (16/3/2026).

Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Bahlil memberikan solusi terkait kepastian penyerapan produksi gas alam cair (LNG) dari Lapangan Abadi Masela yang mencapai 9 juta ton per tahun (MTPA).

Ia menawarkan agar Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) membeli pasokan gas tersebut untuk program hilirisasi jika Inpex belum mendapatkan pembeli serius hingga akhir April 2026.

"Supaya ada kepastian buyer. Saya menghargai buyer luar negeri, tapi pada saatnya sekarang negara Indonesia harus hadir, untuk bersama-sama dengan Inpex dalam rangka memastikan operasi. Jadi kami saja yang membeli," tegasnya.

Menanggapi hal itu, CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda menyambut baik dorongan Indonesia. Ueda memastikan bahwa seluruh manajemen Inpex memiliki komitmen yang kuat untuk segera merealisasikan proyek yang telah lama dinantikan tersebut.

"Terima kasih banyak, Pak Menteri, untuk kemurahan hati dan komitmennya untuk mendukung proyek ini. Karena ini bukan hanya isu buat saya pribadi, tapi kami segera jajaran Inpex memiliki komitmen juga untuk mempercepat realisasi Abadi ini, termasuk ini saya sudah 12 tahun mengerjakan Abadi," ungkap Ueda.

Menurutnya, diskusi langsung dengan Pemerintah Indonesia memberikan dorongan moral yang besar bagi perusahaan. Pihaknya mengaku semakin termotivasi untuk segera menuntaskan pengembangan dan pembangunan infrastruktur blok migas tersebut.

"Bukan hanya Pak Menteri, tetapi juga kami memiliki komitmen yang sama untuk segera mengerjakan Abadi. Dan setelah berdiskusi dengan Pak Menteri, kami semakin semangat lagi untuk mempercepat penyelesaian proyek Abadi ini," tambahnya.

Dari sisi administratif, kelancaran Proyek Abadi Masela berprogres dengan sejumlah perizinan yang sudah dirampungkan pada awal tahun ini. Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) telah diterbitkan pada pertengahan Februari 2026, menyusul turunnya persetujuan pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan pada bulan Januari lalu.

(wia)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |