Cek Kesehatan Gratis Bantu Warga RI Hemat Biaya hingga Rp3 Juta

4 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 73,8 juta peserta dari berbagai kelompok usia sepanjang 1 Januari hingga 31 Juli 2026. Program ini tidak hanya membuka akses pemeriksaan tanpa biaya, tetapi juga membantu masyarakat menemukan faktor risiko sebelum berkembang menjadi penyakit yang membutuhkan biaya pengobatan lebih besar.

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengatakan, nilai pemeriksaan kesehatan yang diberikan melalui CKG dapat mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta per orang apabila dilakukan secara mandiri. Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat tidak menyia-nyiakan layanan tersebut.

Puskesmas Kalibaru Kota Bekasi tengah melayani warga yang mengikuti Cek Kesehatan Gratis, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Fergi Nadira)Puskesmas Kalibaru Kota Bekasi tengah melayani warga yang mengikuti Cek Kesehatan Gratis, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Fergi Nadira) 

"Jangan disia-siakan untuk melakukan CKG karena akan menghemat pembiayaan pemeriksaan yang tadinya dikeluarkan sendiri," kata Dante saat ditemui dalam kegiatan pelayanan kesehatan di Kota Bandung, Jawa Barat pada Mei 2026.

Manfaat pemeriksaan kesehatan gratis dirasakan Susilowati Bachmid (63 tahun), warga Harapan Jaya, Bekasi Utara. Hasil skrining menunjukkan gula darahnya masih normal, tetapi tekanan darahnya mulai meningkat.

Temuan tersebut mendorongnya mengontrol pola makan, memperbaiki gaya hidup, dan mulai berolahraga. Bagi Susilowati, menjaga kesehatan merupakan tabungan agar ia tetap dapat menikmati waktu bersama cucunya.

"Ini kayak tabungan kesehatan tapi periksanya gratis, supaya bisa ketemu cucu, sehat, bisa main dan mengurus cucu, enggak sakit-sakitan," ujar Susilowati Bachmid kepada CNBC Indonesia, Jumat (21/8/2026).

Puskesmas Kalibaru Kota Bekasi tengah melayani warga yang mengikuti Cek Kesehatan Gratis, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Fergi Nadira)Puskesmas Kalibaru Kota Bekasi tengah melayani warga yang mengikuti Cek Kesehatan Gratis, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Fergi Nadira) 

Kepala UPTD Puskesmas Kalibaru, Kota Bekasi, Sulistyowati mengatakan, sepanjang 2026, sekitar 4.000 warga tercatat terdaftar dalam program CKG di Puskesmas Kalibaru. Peserta didominasi kelompok usia dewasa, sementara hasil skrining antara lain menemukan masalah tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.

Ia bilang, warga yang memerlukan pengobatan, pemeriksaan lanjutan, atau rujukan akan langsung ditindaklanjuti. Fasilitas pemeriksaan di tingkat layanan primer juga mulai dilengkapi oleh Dinas Kesehatan.

"Kalau kita temukan, kita segera tindak lanjuti. Misalnya perlu pengobatan atau rujukan, itu langsung kami tindak lanjuti," katanya saat ditemui CNBC Indonesia di Puskesmas Kalibaru, Jumat (21/8/2026).

CKG di wilayah tersebut juga menyasar bayi, balita, serta anak usia sekolah. Untuk menjangkau pelajar, petugas Puskesmas Kalibaru mendatangi sekolah dan melakukan pemeriksaan sesuai kelompok usia.

"Kalau program CKG sekolah di sini, kami mulai berjalan awal Agustus, hari ini sedang berjalan di SDN Kalibaru 3, dan apabila petugas menemukan masalah kesehatan melalui skrining, anak akan mendapatkan intervensi atau pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhannya," jelasnya.

Pelaksanaan CKG sekolah menjadi penting melihat banyaknya masalah kesehatan yang ditemukan pada anak. Berdasarkan data Kemenkes hingga 31 Juli 2026, sebanyak 14,64 juta anak usia sekolah dan remaja telah diperiksa. Temuan terbanyak adalah 3,86 juta kasus karies gigi, disusul 2,21 juta anak dengan tekanan darah di atas normal.

Sementara itu secara nasional, Kementerian Kesehatan mencatat 7% peserta CKG teridentifikasi mengalami hipertensi, 3% diabetes, dan 20% obesitas. Pada peserta berusia di atas 40 tahun yang memiliki riwayat hipertensi dan diabetes, sebanyak 79% terindikasi mengalami dislipidemia.

Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit yang menyerap pembiayaan besar. Berdasarkan Laporan Pengelolaan Program JKN hingga Desember 2025 yang dipaparkan Kemenkes, pembiayaan penyakit jantung mencapai Rp17,35 triliun, gagal ginjal Rp13,38 triliun, dan stroke Rp7,21 triliun.

Belum lama ini pula, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menegaskan, CKG tidak boleh berhenti pada pemeriksaan awal. Temuan dalam skrining harus dilanjutkan dengan edukasi, pengobatan, pemantauan, atau rujukan sesuai kebutuhan pasien.

"Tujuan CKG bukan hanya mengecek, tetapi membuat masyarakat sehat. Setelah akses diperluas, fokus kita adalah memastikan masalah yang ditemukan langsung ditangani," ujar Budi dalam Media Briefing Evaluasi CKG di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Dari 73,8 juta peserta hingga akhir Juli, sebanyak 62,7 juta menjalani skrining di puskesmas dan kegiatan komunitas, sedangkan 11,1 juta lainnya merupakan anak sekolah. Pemerintah menargetkan CKG menjangkau 130 juta penduduk sepanjang 2026.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |