Jakarta, CNBC Indonesia - Pengelolaan keuangan perusahaan terkesan kompleks, terutama ketika berhubungan dengan berbagai mata uang dan transaksi internasional. Banyak tim keuangan yang harus bergulat dengan arus kas yang terfragmentasi di berbagai bank. Akibatnya, ada potensi inefisiensi hingga hilangnya peluang.
Untuk menjawab tantangan ini, Bank DBS Indonesia memiliki solusi terintegrasi yang dirancang khusus untuk mengubah operasi keuangan perusahaan, membuatnya lebih mudah, dan menangkap setiap potensi yang ada.
Strategi Merampingkan Arus Kas Multi-Mata Uang
Tim keuangan biasanya membutuhkan waktu lama untuk melakukan rekonsiliasi transaksi dari beberapa bank dan mata uang yang berbeda. Waktu di pagi hari bisa terbuang percuma dengan langkah-langkah yang masih manual dan belum terintegrasi. Sayangnya, ternyata aktivitas 'manual' ini masih umum dialami oleh banyak tim keuangan di perusahaan.
Proses ekspor-impor dan rekonsiliasi manual dapat berlarut-larut, sehingga penutupan akhir kuartal bisa memakan waktu berminggu-minggu. Akhirnya banyak waktu yang terbuang karena proses ini bersifat struktural. Fragmentasi ini pun dapat menghambat visibilitas dan kontrol real-time atas arus kas perusahaan.
Menjawab tantangan tersebut, Bank DBS Indonesia pun menghadirkan solusi melalui DBS IDEAL yang dikombinasikan dengan Rekening Multi-Mata Uang. Di sini, perusahaan dapat mengelola 12 mata uang berbeda, termasuk IDR, USD, SGD, AUD, CNH, HKD, NZD, GBP, SEK, CHF, EUR, dan JPY hanya dengan satu rekening.
Kehadiran DBS IDEAL membuat perusahaan tidak perlu lagi rekening FX yang terpisah, sehingga memudahkan dalam bertransaksi antar mata uang dalam rekening yang sama. DBS IDEAL menyediakan satu login dan visibilitas real-time di semua rekening dan mata uang dalam satu dashboard. Dengan kata lain, waktu rekonsiliasi berkurang secara signifikan sekaligus membebaskan jam kerja berharga tim keuangan perusahaan.
Alih-alih berjuang dengan pengumpulan data secara manual, perusahaan dapat fokus pada analisis strategis, sehingga mengubah pekerjaan akhir kuartal yang tadinya berlangsung selama berminggu-minggu menjadi hanya hitungan hari.
DBS IDEAL juga hadir tanpa biaya pengaturan, tanpa biaya langganan bulanan, dan dengan digital token gratis, menyediakan akses 24/7 dari mana saja di dunia. Melalui layanan ini, tim keuangan dapat mengembalikan kontrol dan meningkatkan visibilitas atas arus kas perusahaan.
Direktur Global Financial Markets PT Bank DBS Indonesia, Puneet Punj menjelaskan pengelolaan keuangan multi-mata uang adalah tantangan krusial bagi banyak bisnis. Oleh sebab itu, Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk menjadi mitra tepercaya yang mampu menyediakan solusi inovatif dan terintegrasi seperti DBS IDEAL dan Currency-Linked Investment.
"Kami tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga keahlian advisory yang membantu tim keuangan mengubah kerumitan menjadi efisiensi operasional dan potensi pertumbuhan investasi yang strategis," ujar Puneet.
Membuat Saldo Valas Menganggur Bekerja Lebih Keras dengan Currency-Linked Investment (CLI)
Setelah arus kas perusahaan terkonsolidasi dan terlihat jelas melalui DBS IDEAL. Perusahaan pun dapat melihat dengan jelas saldo mata uang asing (FX) yang 'menganggur'. Hanya membiarkannya begitu saja tentu bukan pilihan tepat karena nilainya dapat berubah setiap hari.
Hal ini menyebabkan FX yang tidak terstruktur malah bisa menjadi biaya implisit daripada default yang aman. Di sinilah Currency-Linked Investment (CLI) berperan. CLI adalah penempatan terstruktur yang terkait dengan pergerakan nilai tukar FX, menawarkan potensi imbal hasil sesuai profil risiko perusahaan Anda yang mungkin lebih tinggi dari deposito standar. CLI adalah alternatif untuk sekadar memegang FX menganggur tanpa strategi yield.
Prosesnya dapat dimulai dengan penilaian eksposur FX oleh Spesialis Global Financial Markets (GFM) Bank DBS Indonesia yang meninjau siklus FX bisnis perusahaan. Berdasarkan penilaian ini, penempatan terstruktur dirancang di sekitar kebutuhan pembayaran dan mata uang bisnis.
Dari situ, CLI kemudian menawarkan tenor yang fleksibel, mulai dari 1 minggu hingga 3 bulan atau selaras dengan siklus pembayaran FX bisnis, dengan penempatan minimum setara US$ 50.000. Produk terstruktur ini memastikan risiko FX perusahaan ditentukan dan terbatas, tidak terbuka. Spesialis GFM Bank DBS Indonesia juga akan memberikan dukungan penasihat sepanjang tenor penempatan, termasuk strukturisasi dan pemantauan.
Bersama Bank DBS Indonesia, perusahaan akan mendapatkan nasihat dari ahli untuk membantu Anda menavigasi kompleksitas valuta asing. Dengan memanfaatkan keahlian koridor ASEAN, terutama dalam aliran FX Indonesia, Singapura, dan Tiongkok, Bank DBS Indonesia siap memandu Anda dalam mengubah eksposur FX menjadi peluang potensial.
Bank DBS Indonesia juga menemani perjalanan perusahaan dalam mengoptimalkan operasi treasury dan menyebarkan dana surplus secara strategis. Tak hanya itu, sebagai bank teraman di Asia selama 17 tahun berturut-turut, Bank DBS Indonesia memegang komitmen teguh untuk menjadi mitra tepercaya dalam perjalanan finansial perusahaan. Untuk berkonsultasi, hubungi spesialis dari Bank DBS Indonesia.
Tunggu apalagi? Segera buka rekening bisnis Bank DBS Indonesia sekarang dan kelola semua mata uang dalam satu platform. Selain itu, konsultasikan strategi valas perusahaan dengan DBS GFM Specialist secara gratis.
Syarat & ketentuan berlaku. Investasi mengandung risiko.
(dpu/dpu)
Addsource on Google

5 hours ago
5

















































