Bukan Sembarang Kue, Ini Alasan Nastar Selalu Ada Saat Lebaran

5 days ago 9

Jakarta, CNBC Indonesia - Umat islam di Tanah Air akan segera menyambut Lebaran Idul fitri 1446 H yang tinggal menghitung hari, dimana diperkirakan akan jatuh pada Senin 31 Maret 2025. Pada momen Idul Fitri, salah satu tradisi masyarakat Indonesia adalah berkumpul dengan keluarga besar sembari menghidangkan makanan tradisi lebaran.

Nastar menjadi salah satu hidangan lebaran yang tak pernah di hindari saat momen tersebut. Nastar identik dengan Lebaran karena merupakan salah satu kue kering khas yang sering disajikan saat perayaan Idul Fitri, dipengaruhi oleh tradisi Belanda dan juga dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran.

Nastar berasal dari bahasa Belanda, "ananas" (nanas) dan "taart" (kue atau tart), yang merujuk pada kue tar nanas.

Nastar merupakan kue kering yang menjadi bagian penting dari perayaan di Indonesia, khususnya saat Lebaran, yang dipengaruhi oleh tradisi Belanda yang sering membuat kue kering saat perayaan tertentu.

Dalam budaya Tionghoa, nastar disebut "ong lai" atau "buah pir emas" yang berarti kemakmuran datang, sehingga dianggap sebagai simbol keberuntungan dan rezeki.

Nastar selalu dihidangkan bersama dengan kue kering lainnya seperti kastengel dan putri salju, menjadi sajian khas yang sering disiapkan dan disajikan saat Lebaran.

Salah satu alasan mengapa masyarakat Indonesia selalu menyajikan kue kering saat Lebaran karena kue kering menjadi simbol keramahan dan kebersamaan, mempererat silaturahmi dengan keluarga dan kerabat.

Selain itu kue kering seperti nastar juga menandai kemenangan setelah sebulan berpuasa. Rasa manis nastar juga menghangatkan momen Lebaran dan menjadi suguhan yang menyenangkan bagi tamu yang berkunjung.


CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |