Bukan China, Alasan Vietnam Kena Tarif Paling Tinggi dari Donald Trump

19 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Vietnam juga menjadi salah satu negara yang terdampak keras kebijakan tarif impor baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Vietnam mendapat salah satu tarif resiprokal yang tertinggi mencapai 46% sedangkan Indonesia sebesar 32%.

Lalu mengapa?

Tak ada pernyataan khusus dari AS. Tapi berdasarkan lembar fakta pada laman Kedutaan Besar AS, dijelaskan bahwa AS mengupayakan timbal balik untuk membangun kembali ekonomi dan memulihkan keamanan nasional. 

"Hari ini, Presiden Donald J. Trump menyatakan bahwa perdagangan luar negeri dan praktik ekonomi telah menciptakan keadaan darurat nasional, dan mengeluarkan perintah untuk mendorong diberlakukannya tarif responsif untuk memperkuat posisi ekonomi internasional Amerika Serikat dan melindungi pekerja Amerika," tulis lembar fakta itu dikutip Jumat (4/4/2025).

Trump bahkan menyebut ini sebagai "Kondisi Darurat" di Paman. Dijelaskan penyebabnya, defisit perdagangan barang di AS cukup besar dan terus terjadi tiap tahun, sehingga menyebabkan melemahnya basis manufaktur negeri paman sam.

Hal itu dinilai mengurangi insentif untuk meningkatkan kapasitas manufaktur, dan merusak rantai pasok yang penting serta membuat industri pertahanan AS bergantung pada pesaing asing. Sehingga Trump menggunakan kewenangannya yang berada di bawah International Emergency Economic Powers Act of 1977 (IEEPA) untuk mengatasi keadaan darurat nasional di AS.

Lalu, melansir CNBC International, Vietnam sendiri sebenarnya telah menjadi basis produksi barang mulai dari sepatu hingga sofa. Selama bertahun-tahun negara tetangga China di Selatan ini menjadi alternatif populer bagi perusahaan yang berusaha menghindari perang dagang dari AS dan China.

Terlihat dari data Kantor Perwakilan Dagang AS, di mana impor dari Vietnam tumbuh US$ 136,6 miliar pada tahun 2024, naik sekitar 19% dari tahun 2023. Di sisi lain impor dari China hanya naik 2,8% dari tahun 2023 hingga 2024.

Mengutip Reuters, surplus perdagangan Vietnam ke AS sebesar US$ 123,5 miliar. Karenanya juga, negeri ini menjadi target utama pengenaan tarif dagang Trump.

"Jika tarif diperluas ke sana, maka Nike punya masalah," kata analis Morningstar David Swartz.


(sef/sef)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Tangkal Ancaman Tarif 32% Trump, Pengusaha Siapkan 3 Jurus

Next Article Panas! China Gugat Uni Eropa di WTO, Buntut Tarif Impor Mobil Listrik

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |