Breaking: Trump Klaim AS-Iran "Close to Deal", Teheran Lepas Nuklir

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Washington dan Teheran semakin dekat mencapai kesepakatan besar terkait konflik dan program nuklir Iran. Ia menyebut Iran setuju menyerahkan uranium yang diperkaya sebagai bagian dari kesepakatan.

Pengayaan uranium hingga 90% memang bisa menjadi senjata nuklir. Trump mengatakan peluang tercapainya kesepakatan "sangat besar" seraya menyebut Iran telah menyetujui pengembalian apa yang ia sebut sebagai "nuclear dust" atau material uranium yang telah diperkaya.

"Mereka telah setuju untuk mengembalikan uranium tersebut kepada kita," ujar Trump kepada wartawan, seperti dikutip AFP, Jumat (17/4/2026).


Namun demikian, belum ada konfirmasi resmi dari Teheran terkait klaim tersebut. Sejumlah laporan menyebut kesepakatan masih dinegosiasikan dan belum final, di mana AS dan Iran masih berbeda soal durasi penghentian pengayaan uranium.

Di tengah proses diplomasi, AS tetap menekan Iran dengan ancaman militer dan blokade ekonomi jika kesepakatan gagal dicapai. Pemerintahan Trump menegaskan tujuan utama adalah memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir.

Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya memimpin perundingan di Islamabad, Pakistan, yang berakhir tanpa kesepakatan. Meski begitu, komunikasi kedua negara masih terus berlanjut untuk menjembatani perbedaan yang ada.

Salah satu isu utama adalah nasib cadangan uranium yang diperkaya. Washington menginginkan penghentian jangka panjang, sementara Iran hanya menawarkan pembatasan sementara dan tetap menuntut pengakuan atas hak pengayaan untuk tujuan damai.

Iran juga disebut membuka kemungkinan untuk mengirim sebagian uranium yang diperkaya ke negara ketiga sebagai bagian dari kompromi. Namun, Teheran tetap menegaskan bahwa program nuklirnya tidak ditujukan untuk pengembangan senjata.

Ketegangan geopolitik ini turut berdampak pada pasar energi global. Harga minyak mentah Brent tercatat naik 3,24% ke level US$98,01a tau sekitar Rp1,67 juta per barel (kurs Rp17.000/US$).

Di sisi lain, langkah diplomasi juga terus diupayakan melalui mediasi Pakistan, dengan kemungkinan putaran negosiasi lanjutan dalam waktu dekat. Trump bahkan membuka peluang untuk datang langsung jika kesepakatan berhasil difinalisasi.

(tfa/tfa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |