Jakarta, CNBC Indonesia - Iran mengumumkan bersedia menangguhkan program pengayaan uraniumnya selama lima tahun. Perlu diketahui program pengayaan uranium ini kerap dikaitkan Barat dengan kemungkinan Iran membuat senjata nuklir, apalagi jika proses pemurnian uranium mencapai 90%.
Hal ini dilaporkan New York Times (NYT) pertama kali Senin. Laman itu memuat dua pejabat senior Iran dan satu sumber pejabat AS.
Namun sayangnya, hal ini ditolak AS. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump meminta penangguhan pengayaan uranium selama 20 tahun selama pembicaraan di Islamabad, Pakistan, yang gagal akhir pekan lalu.
"Teheran mengajukan tanggapan resmi pada hari Senin yang menyatakan bahwa mereka hanya akan setuju untuk melakukannya selama lima tahun," menurut laman AS tersebut, dimuat pula oleh laman Qatar Al-Jazeera dan laman Israel, The Times of Israel, Rabu (15/4/2026).
"Pejabat AS mengatakan Presiden Donald Trump menolak proposal tersebut, menambahkan bahwa Iran juga menolak permintaan Amerika untuk menghilangkan persediaan uranium yang sudah sangat diperkaya," muat laporan tersebut lagi.
"Meskipun Iran dilaporkan mengatakan mereka akan mengencerkan bahan yang diperkaya tersebut, mereka (Iran) diyakini dapat membalikkan langkah itu lagi di kemudian hari dan kembali memperkayanya hingga tingkat senjata nuklir."
Soal pemindahan uranium ke luar Iran juga jadi masalah lain. Iran menolak dan bersikeras agar material tersebut tetap berada di dalam negeri.
Meski begitu, laporan juga membenarkan akan adanya pembicaraan putaran kedua antara AS dan Iran soal negosiasi damai. Tetapi belum ada rencana yang dibuat.
"Bola sekarang berada di tangan Iran", kata Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin delegasi Washington menambahkan Iran telah menunjukkan beberapa kemauan untuk menyesuaikan posisinya tetapi "tidak bergerak cukup jauh".
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
2

















































