Bos LinkedIn Kasih Tips Biar Lamaran Tembus di Era Serba AI

6 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dinilai akan menjadi inovasi baru bagi perekrut di tengah banjir lamaran kerja yang terus meningkat. Seorang eksekutif LinkedIn menyebut AI akan memainkan peran krusial dalam proses rekrutmen mulai 2026 karena mampu mempercepat berbagai tahapan seleksi.

Manajer LinkedIn untuk Inggris Raya, Janine Chamberlin, mengatakan AI akan menjadi bagian penting dari cara perekrutan dilakukan pada 2026. Hal ini seiring dengan pergeseran dari tahap eksperimen menuju adopsi yang lebih luas oleh perusahaan dan profesional.

Menurut Chamberlin, 2025 merupakan tahun awal perusahaan mencoba teknologi AI, sementara 2026 akan menjadi fase penerapan secara masif, khususnya dalam proses perekrutan. AI dinilai mampu membantu perekrut mempercepat tugas manual seperti menyaring ribuan lamaran, CV, dan surat lamaran.

Ia mengungkapkan sekitar 60% perekrut menyebut AI membantu mereka menemukan talenta "hidden gem" yang sebelumnya terlewat dalam proses manual. Teknologi ini mampu mengidentifikasi kecocokan keterampilan kandidat dengan kebutuhan pekerjaan secara lebih spesifik.

Kondisi pasar tenaga kerja saat ini juga menambah tekanan bagi perusahaan dan pencari kerja. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih mendominasi pemberitaan, sementara persaingan mendapatkan pekerjaan semakin ketat.

Sepanjang 2025, lebih dari 1 juta PHK diumumkan di Amerika Serikat, menjadi yang tertinggi sejak pandemi Covid-19 pada 2020. Data tersebut berdasarkan catatan perusahaan konsultan Challenger, Gray & Christmas.

Di sisi lain, jumlah pelamar per lowongan melonjak tajam sehingga menyulitkan perusahaan merespons dengan cepat. Riset terbaru LinkedIn menunjukkan jumlah pelamar per posisi terbuka di AS telah meningkat dua kali lipat sejak musim semi 2022.

Chamberlin menilai kondisi ini menciptakan siklus yang melelahkan bagi pencari kerja maupun perekrut. Pencari kerja melamar ke banyak posisi sekaligus, sementara perekrut kewalahan menyaring lamaran dalam jumlah besar.

Ia menjelaskan perusahaan kesulitan menemukan kandidat dengan keterampilan yang tepat dalam waktu singkat. Pada saat yang sama, pencari kerja semakin cemas karena harus menunggu respons yang sering kali tak kunjung datang.

Kecemasan tersebut mendorong pencari kerja untuk mengirim lebih banyak lamaran demi meningkatkan peluang diterima. Siklus ini terus berulang dan memperparah tekanan di pasar tenaga kerja.

Chamberlin menyebut AI sebagai bagian besar dari solusi untuk memutus siklus tersebut. Berdasarkan riset LinkedIn, sebanyak 93% perekrut berencana meningkatkan penggunaan AI pada 2026.

Seiring meningkatnya peran AI, pencari kerja pun diminta mengubah strategi melamar pekerjaan. Awal tahun biasanya diikuti lonjakan lowongan baru, namun pendekatan massal dengan lamaran generik dinilai semakin tidak efektif.

Riset global LinkedIn terhadap 19.000 responden di berbagai negara menemukan 80% pekerja merasa tidak siap menghadapi pencarian kerja pada 2026. Hampir dua pertiga responden juga menilai proses mencari kerja kini semakin sulit.

Chamberlin menyarankan pelamar untuk lebih menyesuaikan CV dan surat lamaran dengan posisi yang dituju. Hal ini penting karena AI sering kali menjadi pihak pertama yang meninjau lamaran kerja.

Ia menekankan pentingnya melamar pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan keterampilan yang dimiliki. Menurutnya, lamaran yang terarah akan selalu lebih unggul dibandingkan pengiriman lamaran generik dalam jumlah besar.

Selain itu, penggunaan AI juga bisa membantu pelamar merangkum lamaran secara lebih jelas dan ringkas. AI dapat menunjukkan bagian keterampilan yang belum ditonjolkan sesuai kebutuhan pekerjaan.

"Dalam pasar kerja berbasis AI, kejelasan adalah kunci," kata Chamberlin. Ia menyarankan agar keterampilan ditampilkan secara jelas di CV, surat lamaran, dan profil LinkedIn.

Terakhir, Chamberlin mengingatkan pelamar untuk menggunakan format lamaran yang sederhana. Template yang terlalu dekoratif atau rumit berpotensi menyulitkan sistem AI dalam membaca dan menilai dokumen lamaran.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |