Bikin Kaget! PHK di Malaysia Melonjak, Puluhan Ribu Kehilangan Kerja

3 hours ago 5

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia

16 April 2026 12:30

Jakarta, CNBC Indonesia - Malaysia mencatat lonjakan tajam pemutusan hubungan kerja (PHK) pada kuartal I-2026. Sebanyak 24.100 pekerja terdampak, naik 47% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data Social Security Organisation yang dianalisis Hong Leong Investment Bank (HLIB) menunjukkan gelombang PHK memuncak di Januari dengan 10.700 kasus, sebelum melandai ke 7.500 pada Februari dan 5.900 pada Maret.

Meski tren mulai turun, jumlahnya masih jauh lebih tinggi dibandingkan sekitar 16.500 PHK pada kuartal I-2025.

Manufaktur Jadi Titik Lemah di Tengah Ketidakpastian Global

Guncangan ekonomi global yang disebabkan oleh konflik antarnegara di berbagai kawasan menjadi faktor paling mempengaruhi fenomena PHK di Malaysia.

Sektor-sektor yang menyerap banyak tenaga kerja di Malaysia, ternyata juga sangat bergantung pada dinamika global. Sektor tersebut meliputi:

  1. Sektor manufaktur

  2. Sektor perdagangan grosir dan ritel

  3. Sektor yang berhubungan dengan logistik

Bahkan, HLIB menyebut sektor manufaktur sebagai "mata rantai terlemah" di pasar tenaga kerja, terutama karena tingginya ketergantungan pada perdagangan global dan permintaan eksternal.

Kondisi ini mencerminkan penyesuaian yang lebih luas dalam perekonomian Malaysia di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tensi geopolitik.

Berbeda dengan tahun lalu yang ditopang oleh siklus manufaktur yang kuat serta booming industri semikonduktor, situasi saat ini mengindikasikan fase koreksi yang cukup dalam.

Klang Valley Jadi Episentrum PHK

Sebagian besar PHK terkonsentrasi di pusat ekonomi utama Malaysia, Klang Valley. Kawasan tersebut merupakan area metropolitan yang mencakup Kuala Lumpur, Shah Alam, Petaling Jaya, Subang Jaya, Klang, dan beberapa kota lain di negara bagian Selangor.

Fenomena ini menegaskan bahwa restrukturisasi perusahaan cenderung pertama kali menghantam kawasan urban dengan konsentrasi bisnis tinggi.

Di luar Klang Valley, risiko juga meningkat di Penang dan Johor. 

Penang rentan karena ketergantungannya pada sektor elektronik dan listrik (E&E), sementara Johor terpapar fluktuasi perdagangan serta efek rambatan dari Singapura.

Meskipun terjadi lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK), pasar tenaga kerja Malaysia secara keseluruhan masih relatif stabil.

Data OpenDOSM Labour Market Dashboard menunjukkan tingkat pengangguran bertahan di 2,9% selama empat bulan berturut-turut, menandakan sebagian pekerja yang terdampak PHK berhasil terserap ke sektor lain.

HLIB menyoroti kenaikan jumlah lowongan kerja yang mencapai sekitar 107.000 posisi pada Maret, sebagai tanda aktivitas perekrutan masih berjalan, terutama di sektor jasa dan konstruksi.

Hal ini menunjukkan bahwa ketika sebagian perusahaan melakukan pengurangan karyawan, perusahaan lain masih terus berekspansi.

Namun, kondisinya sangat berbeda dibanding tahun lalu.

Pada kuartal I-2025, Malaysia mencatat jumlah PHK jauh lebih rendah, didukung siklus manufaktur yang lebih kuat serta permintaan tinggi di industri semikonduktor.

HLIB menyebut gelombang PHK saat ini mencerminkan fase penyesuaian ketika kondisi global semakin tidak pasti.

Meski PHK telah mereda sejak Januari, bank tersebut memperingatkan risiko penurunan masih tetap ada di tengah situasi global yang sangat dinamis.

Sektor berbasis ekspor, terutama manufaktur, diperkirakan masih rentan terhadap guncangan eksternal dalam beberapa bulan ke depan.

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |