Baru Diresmikan Prabowo, Proyek RDMP Balikpapan Hemat Devisa Rp60 T

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, dengan beroperasinya proyek kilang minyak terbesar RI yakni Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, berpotensi menghemat devisa negara sebanyak Rp 60 triliun lebih.

Menurut dia, hal tersebut menyusul meningkatnya desain kapasitas kilang Balikpapan dari 260.000 menjadi 360.000 barel per hari. Kelak, kilang ini nantinya juga akan memproduksi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin sekitar 5,8 juta kiloliter (kl) per tahun.

"Ini ada yang bagus, dengan RDMP ini menghemat devisa kurang lebih Rp 60 triliun lebih karena nambah 100 ribu barel. Dengan bensin kita menghasilkan 5,8 juta kl per tahun," ujar Bahlil dalam acara peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Senin (12/1/26).

Bahlil memerinci bahwa konsumsi bensin RI saat ini berkisar di angka 38 juta kilo liter (KL) per tahun. Nah, dengan adanya tambahan 5,8 juta kl dari RDMP Balikpapan tersebut, maka impor bensin RI kini tinggal 19 juta kl.

"Solar tahun ini perintah Presiden maka mulai yang kita bicara ini tidak ada impor solar kedepan. Karena kebutuhan solar kita total 38 juta dengan B40 B50, dengan ini kita tambah 5 juta, impor kita tinggal 5 juta jadi tertutupi, bahkan surplus 1,4 juta. Itu untuk solar CN48," katanya.

Sebagaimana diketahui, RDMP Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). KPB sendiri merupakan anak usaha dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Subholding Pengolahan dan Petrokimia milik PT Pertamina (Persero).

Proyek RDMP Balikpapan ini dimulai pada 2019 dan sempat mengalami perlambatan akibat pandemi COVID-19. Namun, dengan konsistensi arah kebijakan dan komitmen kuat pemerintah, proyek ini tetap diselesaikan hingga dapat beroperasi penuh.

Proyek senilai US$ 7,4 miliar atau setara Rp 123 triliun ini tidak hanya meningkatkan kapasitas menjadi 360 ribu BOPD, tetapi juga menaikkan porsi produk bernilai tinggi dari 75,3% menjadi 91,8%. Kualitas produk telah setara EURO V, sementara kompleksitas kilang meningkat signifikan dari 3,7 menjadi 8.

Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, produksi dalam negeri akan diperkuat melalui tambahan gasoline, diesel, avtur, LPG, serta produk petrokimia seperti propilena. Total produksi ini berpotensi menurunkan nilai impor BBM hingga sekitar Rp68 triliun per tahun.

Selain itu, proyek ini juga menyerap puluhan ribu tenaga kerja, meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, serta memberi kontribusi signifikan terhadap PDB nasional hingga Rp514 triliun.

Salah satu unit kunci dalam pengembangan kilang terintegrasi ini adalah Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Unit ini menjadi simbol keberhasilan strategi hilirisasi migas yang selama ini didorong oleh pemerintah, karena memungkinkan konversi residu menjadi BBM dan produk bernilai tambah tinggi, sekaligus meningkatkan efisiensi dan daya saing kilang nasional.

(ven)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |