AS Mulai Blokade Selat Hormuz, China Bakal Umumkan Kabar Genting

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan dalam negeri ditutup beragam pada perdagangan kemarin Senin (13/4/2026). Bursa saham naik, Rupiah melemah, dan SBN mengalami lonjakan pada perdagangan kemarin.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan masih menghadapi tekanan yang cukup berat pada hari ini karena ketidakpastian perang yang masih terjadi ditambah dengan aksi sell-off yang masih terjadi di pasar domestik.

Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) balik arah ke zon hijau setelah sempat ambruk pagi tadi, Senin (13/4/2026). Indeks ditutup menguat 0,56% atau naik 41,69 poin ke level 7.500,19.

Sebanyak 264 saham turun, 397 naik, dan 156 tidak bergerak. Nilai transaksi kemarin mencapai Rp 20,44 triliun, melibatkan 42,51 miliar saham dalam 2,56 juta kali transaksi.

Kapitalisasi pasar pun terkerek naik menjadi Rp 13.364 triliun.

Mayoritas sektor perdagangan menguat dengan kenaikan terbesar dicatatkan oleh infrastruktur dan barang baku. Sementara itu sektor teknologi dan finansial tercatat mengalami pelemahan terbesar kemarin.

Emiten konglomerat tercatat menjadi penggerak utama kinerja IHSG. Tercatat emiten Prajogo Pangestu menjadi tiga emiten dengan kontribusi terbesar atas kenaikan IHSG. Ketiganya adalah BRPT dengan sumbangsih 15,47 indeks poin, BREN 10,14 indeks poin dan TPIA 8,27 indeks poin.

Kemudian ada juga dua emiten lain Prajogo yang masuk dalam 10 besar penggerak IHSG yakni CUAN dan PTRO.

Sementara itu lima emiten lain yang masuk 10 besar penopang kinerja IHSG kemarin adalah IMPC, emiten. batu Grup Sinar Mas (DSSA) dan 3 emiten Grup Bakrie yakni ENRG, BRMS dan VKTR.

Kinerja positif IHSG ini terjadi seiring dengan kondisi geopolitik yang masih belum stabil. Presiden Donald Trump pada Minggu mengatakan bahwa AS akan memblokade Selat Hormuz setelah pembicaraan yang digelar di Pakistan untuk mengakhiri perang Iran mengalami kebuntuan.

Lanjut ke mata uang Garuda, nilai tukar rupiah mengakhiri perdagangan awal pekan ini dengan pelemahan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda menutup perdagangan Senin (13/4/2026) di zona merah dengan depresiasi sebesar 0,06% ke level Rp17.095/US$. Meski masih melemah, posisi ini menunjukkan rupiah tetap bertahan di bawah level psikologis Rp17.100/US$.

Sepanjang perdagangan, rupiah sempat menyentuh Rp17.135/US$, namun tekanan tersebut perlahan mereda hingga akhirnya ditutup lebih rendah dari level tersebut.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,26% ke level 98,906.

Pelemahan rupiah pada perdagangan kemarin terutama dipengaruhi oleh faktor eksternal, khususnya penguatan dolar AS di pasar global.

Kondisi ini terjadi ketika investor kembali memburu aset aman setelah pembicaraan panjang antara Washington dan Teheran belum menghasilkan kesepakatan damai. Akibatnya, pasar kembali dibayangi ketidakpastian yang kini sudah berlangsung hingga pekan ketujuh.

Presiden AS Donald Trump pada Minggu juga menyatakan Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz, jalur sempit yang dilalui sekitar 20% pasokan energi harian dunia dan yang secara efektif telah ditutup Iran sejak perang pecah pada akhir Februari.

Langkah tersebut mendorong harga minyak naik lebih dari 30% dan memicu kekhawatiran baru terhadap lonjakan inflasi global. Pada akhirnya, penguatan dolar AS di pasar global membuat ruang penguatan mata uang negara lain, termasuk rupiah, menjadi semakin terbatas.

Terakhir ke pasar obligasi Indonesia, imbal hasil SBN 10 tahun terpantau mengalami lonjakan ke level 6,604 atau naik sebesar 0,86% dari penutupan hari perdagangan sebelumnya di level 6,548. Kemarin pergerakan yield SBN berada di kisaran level 6,555 - 6,638.

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |